“Sesuai kapasitas dan aturan pelayanan kami, semua kendaraan yang masuk ke area SPBU tetap dilayani sesuai antrean. Kami tidak bisa mendahulukan kendaraan lokal lalu setelah itu kendaraan dari luar daerah. Semua tetap mengikuti urutan antrean,” tegasnya.
Di sisi lain, warga sekitar bernama Jefri membenarkan bahwa antrean panjang kendaraan sudah terlihat sejak dini hari. Sejumlah truk besar dan kendaraan jenis fuso telah berbaris sebelum SPBU mulai beroperasi.
“Sejak subuh sudah banyak truk antre. Dari cerita para sopir yang singgah, mereka sengaja menunggu di sini karena stok Bio Solar masih tersedia. Kalau dipaksakan lanjut perjalanan, mereka khawatir kehabisan BBM di tengah jalan,” ujarnya.
Menurut Jefri, para sopir memilih menunggu berjam-jam demi menghindari risiko kehabisan bahan bakar selama perjalanan.
“Katanya kalau tangki sampai benar-benar kosong bisa menyebabkan mesin bermasalah atau masuk angin. Jadi mereka lebih memilih antre berjam-jam daripada mengambil risiko di perjalanan,” tuturnya.
Sementara itu, masyarakat setempat melalui Peratin Karangagung, Junaefi Sopantono, berharap Pertamina segera membuka kembali distribusi Pertalite dan Bio Solar di SPBU Karangagung.
Menurutnya, keberadaan SPBU tersebut sangat vital karena melayani kebutuhan BBM masyarakat lokal sekaligus kendaraan yang melintas di jalur lintas provinsi. Warga berharap proses evaluasi dapat segera selesai sehingga pasokan BBM subsidi kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.