
Di akhir sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, instansi terkait, aparat keamanan, sponsor, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Teluk Stabas VI.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan, kemajuan, dan kebanggaan bagi daerah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Selama lima hari pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan akan disuguhkan beragam agenda menarik. Pada hari pertama, selain seremoni pembukaan, digelar Tari Massal Muli Ngantak Pengasan yang melibatkan sanggar seni dan sekolah-sekolah dari berbagai wilayah di Pesisir Barat. Penampilan kolosal tersebut menjadi simbol penghormatan adat sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menyerahkan Anugerah Budaya kepada keluarga almarhum Sudarmanto, pencipta Tari Ngantak Pengasan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasinya dalam melestarikan seni budaya daerah.
Festival kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung dara dan balon yang menjadi simbol harapan, perdamaian, serta kemajuan pariwisata Kabupaten Pesisir Barat.
Selain menampilkan atraksi budaya, Festival Teluk Stabas VI juga menghadirkan berbagai perlombaan tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir, seperti lomba Ngukokh Kelapa, Perahu Dayung di perairan Teluk Stabas, Gerubak Takung, hingga Atul-Atul yang melibatkan berbagai kelompok usia.

Festival ini juga menjadi panggung promosi kuliner khas daerah melalui Traditional Food Contest atau lomba memasak olahan ikan tuhuk, salah satu ikon kuliner Kabupaten Pesisir Barat. Sementara itu, bazar UMKM yang berlangsung selama festival memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka kepada para pengunjung.
Memasuki hari keempat, perhatian publik akan tertuju pada peluncuran Senam Krui Bebakhong. Senam khas daerah tersebut diharapkan menjadi identitas olahraga masyarakat Pesisir Barat sekaligus media promosi budaya yang dapat dikenal lebih luas.
Puncak Festival Teluk Stabas VI dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026 melalui pelaksanaan tradisi adat Ngumbai Lawok. Tradisi warisan masyarakat pesisir Lampung itu merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil laut, doa keselamatan bagi nelayan, serta simbol harmonisasi hubungan manusia dengan alam dan laut.
Rangkaian Ngumbai Lawok akan dimeriahkan parade perahu hias yang mengelilingi Teluk Stabas dengan mengangkat tema budaya Sai Batin, kekayaan laut, wisata bahari, tradisi nelayan, konservasi laut, dan budaya daerah. Atraksi tersebut diperkirakan menjadi salah satu magnet utama yang menarik minat wisatawan selama penyelenggaraan festival.