Proses tersebut, menurutnya, cukup menguras waktu dan tenaga karena harus memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan yang sebenarnya.
Inul juga mengaku kecewa karena tidak semua figur publik mendapatkan perlakuan yang sama ketika harus menghadapi persoalan serupa. Meski demikian, ia tetap menjalani berbagai proses klarifikasi yang diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.
Menurutnya, situasi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila informasi yang beredar di media sosial lebih terkontrol dan didasarkan pada sumber yang jelas.
Ia menegaskan tidak mempermasalahkan pemberitaan positif mengenai dirinya. Namun, ia menolak keras penyebaran informasi yang tidak akurat terkait kondisi finansial seseorang karena dapat membentuk persepsi publik yang keliru.
Kekecewaan Inul semakin bertambah karena isu serupa terus berulang tanpa memberikan efek jera kepada pihak yang membuat maupun menyebarkan konten tersebut. Bahkan, ia mengaku sempat mempertimbangkan langkah hukum apabila kejadian serupa kembali terjadi di masa mendatang.
Meski demikian, dalam kasus terbaru ini, pembuat konten yang bersangkutan disebut telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada dirinya.
Melalui peristiwa tersebut, Inul berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum membagikan suatu konten, terutama yang berkaitan dengan data pribadi seseorang.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat mencegah munculnya kesalahpahaman sekaligus menghindari dampak negatif yang merugikan pihak lain.