Video Tiga Korban Diterkam Harimau Dipastikan Hoaks, Warga Sekincau Diminta Tenang

Video tiga korban diterkam harimau yang beredar di media sosial dipastikan hoaks, bukan kejadian di Sekincau Lampung Barat.
Rinto Arius - Rabu, 22 Jul 2026 - 16:30 WIB
Viral Video Serangan Harimau di Sekincau Ternyata Hoaks
Viral Video Serangan Harimau di Sekincau Ternyata Hoaks - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Camat Sekincau Kabupaten Lampung Barat, Heptanius Hidayat, SP, memastikan video yang beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan tiga orang menjadi korban serangan harimau bukan merupakan kejadian di wilayah tersebut.

Heptanius mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenaran dan sumbernya terlebih dahulu.

Menurutnya, setelah dilakukan penelusuran, video yang ramai dibagikan tersebut tidak memiliki kaitan dengan kejadian serangan satwa liar di Kecamatan Sekincau maupun wilayah Kabupaten Lampung Barat.

"Kami mengimbau masyarakat Sekincau dan Lampung Barat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Video yang beredar itu bukan peristiwa di Sekincau dan bukan korban diterkam harimau," tegas Heptanius, Rabu (22/7).

Advertisements

Ia menjelaskan, berdasarkan klarifikasi dari Humas Polres Garut, foto dan video tersebut merupakan dokumentasi korban ledakan mortir yang terjadi di Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dengan demikian, informasi yang menyebut korban dalam video tersebut akibat serangan harimau di Sekincau dipastikan tidak benar.

"Sudah ada klarifikasi resmi dari Humas Polres Garut bahwa informasi tersebut hoaks. Korban dalam video merupakan korban ledakan mortir di Kabupaten Bandung Barat, sehingga masyarakat tidak perlu panik," jelasnya.

Heptanius juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum melalui proses verifikasi.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Menurutnya, penyebaran informasi palsu dapat memicu keresahan serta kepanikan di tengah masyarakat, terlebih jika berkaitan dengan isu keamanan dan keberadaan satwa liar.

Ia mengajak masyarakat untuk melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang apabila menerima informasi yang meragukan, baik melalui pemerintah kecamatan, aparat pekon, kepolisian, maupun instansi terkait.

"Kami berharap masyarakat dapat menyaring setiap informasi sebelum menyebarkannya. Jangan sampai berita hoaks menimbulkan keresahan. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif," pungkasnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements