Presiden juga menyoroti masih adanya masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis, terutama dalam kondisi darurat.
Ia mengaku prihatin mendengar adanya kasus ibu melahirkan yang mengalami pendarahan dan harus menempuh perjalanan panjang menuju rumah sakit sehingga membahayakan keselamatan pasien.
“Saya prihatin mendengar ada yang meninggal karena pendarahan saat melahirkan karena membutuhkan waktu yang lama menuju rumah sakit. Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional, Prabowo mengungkapkan rencana pembangunan dan renovasi ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia dalam tiga tahun ke depan.
“Saya sudah merencanakan bersama Menteri Kesehatan dan pemerintah. Dalam tiga tahun mendatang, jika perlu kita akan membangun baru dan merenovasi sekitar 350 hingga 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia,” katanya.
Selain rumah sakit, pemerintah juga akan memodernisasi sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional.
Presiden menyebut pemerintah telah mulai mendistribusikan hampir seribu unit alat kesehatan modern ke berbagai daerah yang tersebar di 514 kabupaten dan kota.
“Saat ini kita sudah membagi hampir seribu unit alat kesehatan modern. Kita sudah mulai distribusi alat kesehatan di rumah sakit daerah di 514 kabupaten dan kota. Tadi telah dilaporkan bahwa RSUD ini sudah mulai memiliki alat-alat modern dan akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah membangun 22 rumah sakit daerah pada 2025 dan akan kembali membangun 22 rumah sakit daerah lainnya sepanjang 2026 guna mempercepat pemerataan akses layanan kesehatan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan pesan khusus agar RSUD KH M Thohir dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
“Saya berpesan agar RSUD KH M Thohir ini dikelola dengan baik, dijaga kebersihannya, dilaksanakan manajemen yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran rumah sakit ini,” tegasnya.
Presiden juga mengingatkan seluruh jajaran pengelola rumah sakit agar tidak memberi ruang terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.