BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi mengumumkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk 35 SMA Unggul di Provinsi Lampung, Kamis 11 Juni 2026.
Dari sekitar 21 ribu peserta yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 12.206 siswa dinyatakan lulus dan diterima di SMA Unggul yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Lampung.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan hasil seleksi telah diumumkan sejak pukul 14.00 WIB dan dapat diakses langsung oleh peserta maupun orang tua melalui sistem yang telah disediakan.
"Jam 2 siang tadi sudah kita umumkan. Para murid dan orang tua sudah bisa melihat hasilnya. Bagi yang diterima kami ucapkan selamat," kata Thomas.
Ia menjelaskan, proses seleksi diawali dengan sekitar 34 ribu pendaftar yang masuk ke sistem. Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi, sebanyak 21 ribu siswa dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) serta tahapan seleksi lainnya.
"Dari 34 ribu pendaftar yang masuk dan terseleksi, sebanyak 21 ribu mengikuti tes. Kemudian yang diterima di 35 SMA Unggul se-Provinsi Lampung sebanyak 12.206 siswa," jelasnya.
Bagi peserta yang belum berhasil lolos, Thomas meminta agar tidak berkecil hati karena masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur reguler yang akan dibuka mulai 15 Juni 2026.
"Bagi yang belum diterima, masih ada peluang untuk mendaftar di sekolah reguler yang akan dibuka pada 15 Juni mendatang," ujarnya.
Thomas juga memaparkan hasil seleksi di SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Pada jalur domisili, sekolah tersebut menerima 134 siswa dengan nilai tertinggi mencapai 90,01 dan nilai terendah 56,62.
Menurutnya, tingginya capaian nilai pada jalur tersebut dipengaruhi oleh bobot utama penilaian yang berasal dari hasil Tes Potensi Akademik (TPA).
Sementara itu, pada jalur prestasi, SMA Negeri 2 Bandar Lampung menerima 138 siswa dengan nilai tertinggi 83,57 dan nilai terendah 71,60.
Thomas menjelaskan bahwa penilaian pada jalur prestasi menggunakan empat komponen utama, yakni prestasi non-akademik, Tes Kemampuan Akademik (TKA), nilai rapor, dan TPA.