PESISIR BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat kembali menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Pekan Jumat Pekon Kerbang Langgar pada Jumat, 19 Juni 2026.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Komoditas yang disediakan antara lain Minyakita seharga Rp15.500 per liter, Beras SPHP Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, dan gula putih Rp17.500 per kilogram.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DiskopUKMdag) Pesisir Barat, M. Ma'ruf, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Gerakan Serentak Penetrasi Pasar ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, dan sesuai kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Advertisements
Menurut Ma'ruf, program tersebut juga menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok.
Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berbelanja sesuai kebutuhan dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal, mengantre dengan tertib, membawa kantong belanja sendiri, serta menyiapkan uang pas agar proses pelayanan berjalan lancar dan nyaman bagi semua,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap Gerakan Serentak Penetrasi Pasar dapat membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Selain itu, warga juga diminta memperhatikan sejumlah ketentuan selama kegiatan berlangsung, di antaranya membawa kantong belanja sendiri, mengantre dengan tertib, dan menyiapkan uang pas saat bertransaksi.
Persediaan komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut tersedia selama stok masih ada. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau di tengah dinamika harga pasar. (*)
