Modus Minta Bibit Kacang, Ibu Zaiti Diduga Dibekap dan Cincin Emas 5 Gram Dirampas

Modus meminta bibit kacang, Ibu Zaiti diduga dibekap dan cincin emas seberat 5 gram dirampas di gubuknya.
Edi Prasetya - Jumat, 07 Agt 2026 - 15:23 WIB
Ibu Zaiti, warga Pekon Sebarus, Lampung Barat, mengaku menjadi korban dugaan perampokan setelah dua orang yang datang meminta bibit kacang diduga membekapnya dan merampas cincin emas seberat 5 gram.
Ibu Zaiti, warga Pekon Sebarus, Lampung Barat, mengaku menjadi korban dugaan perampokan setelah dua orang yang datang meminta bibit kacang diduga membekapnya dan merampas cincin emas seberat 5 gram. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Seorang warga Pemangku Sukajaya, Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Ibu Zaiti, mengaku menjadi korban dugaan perampokan.

Korban menyebut dua orang yang sebelumnya beberapa kali datang sebagai tamu diduga melakukan kekerasan dan merampas cincin emas miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi di gubuk milik Zaiti pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kepada wartawan, Zaiti mengatakan kedua orang tersebut sebelumnya sudah beberapa kali datang ke gubuknya dengan berbagai alasan. Salah satunya meminta bahan jerangau yang disebut akan digunakan sebagai obat untuk anaknya yang sedang sakit.

Advertisements

"Pertama datang minta jerangau, katanya untuk obat anaknya yang sakit. Setelah itu datang lagi minta bibit kacang merah. Karena saya pikir memang untuk keperluan mereka, saya kasih," tutur Zaiti.

Pada Kamis pagi, kedua orang tersebut kembali mendatangi gubuk korban. Kali ini, mereka disebut meminta tambahan bibit kacang retak dengan alasan bibit yang sebelumnya diberikan masih kurang.

"Dia datang lagi bilang bibit kacang yang kemarin sudah ditanam, tapi katanya kurang. Dia minta lagi bibit kacang retak," katanya.

Zaiti kemudian masuk ke dalam gubuk untuk mengambil bibit kacang yang diminta. Namun, kedua orang tersebut diduga ikut masuk dan melakukan kekerasan terhadap korban.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

"Saat saya masuk mengambil bibit, mereka ikut masuk. Saya langsung dibekap," ungkapnya.

Menurut Zaiti, kepalanya kemudian dibenturkan ke tembok. Ia juga mengaku mendapat pukulan pada bagian punggung dan pinggang.

"Saya dibekap, kepala saya dibenturkan ke tembok. Punggung dan pinggang saya juga dipukul," ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, cincin emas yang dikenakan Zaiti diduga diambil oleh pelaku. Cincin tersebut diperkirakan memiliki berat sekitar 5 gram.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements