BANDAR LAMPUNG – Kanal YouTube teknologi PhoneBuff kembali merilis pengujian kamera paling komprehensif antara Google Pixel 10 Pro dan iPhone 17 Pro. Berbeda dari perbandingan biasa, pengujian kali ini menggunakan sistem robotik berpresisi tinggi sehingga mampu meminimalkan faktor kesalahan manusia.
Melalui serangkaian pengujian di laboratorium, PhoneBuff mengukur kemampuan kamera kedua smartphone flagship tersebut dalam berbagai kondisi, mulai dari foto minim cahaya, transisi zoom, autofokus, akurasi warna kulit, stabilisasi video, hingga ketajaman detail gambar.
Pengujian Robotik Minimalkan Human Error
Untuk memastikan hasil yang objektif, PhoneBuff menyelaraskan posisi kamera menggunakan sensor laser dengan tingkat presisi sangat tinggi. Selain itu, laboratorium juga menggunakan platform bergerak yang mensimulasikan getaran alami tangan manusia.
Objek pengujian berupa kepala silikon realistis digunakan agar seluruh skenario dapat diulang dengan kondisi yang identik pada kedua perangkat.
Pixel 10 Pro Mendominasi Foto Low Light
Pengujian pertama dilakukan pada kondisi minim cahaya dengan objek bergerak, salah satu tantangan terbesar bagi kamera smartphone.
Hasilnya menunjukkan dominasi Google Pixel 10 Pro.
Hasil pengujian low light:
- Tingkat mudah
- Pixel 10 Pro: 20 dari 20 foto tajam
- iPhone 17 Pro: 12 dari 20 foto tajam
- Tingkat sedang
- Pixel 10 Pro: 20 dari 20 foto tajam
- iPhone 17 Pro: 0 foto tajam
- Tingkat tersulit
- Pixel 10 Pro: 14 dari 20 foto tajam
- iPhone 17 Pro tertinggal jauh.
Bahkan, menurut hasil pengujian, foto terburuk Pixel pada skenario tersulit memiliki kualitas yang setara dengan foto terbaik milik iPhone.
Keunggulan Pixel juga terlihat pada lensa telefoto, sedangkan performa lensa ultrawide kedua perangkat relatif seimbang.
iPhone 17 Pro Unggul pada Transisi Zoom
Situasi berubah saat memasuki pengujian video dan perpindahan zoom.
iPhone 17 Pro mampu menghasilkan perpindahan antarlensa yang lebih mulus dan konsisten, dengan skor stabil di kisaran 80 poin.
Sebaliknya, Pixel 10 Pro hanya memperoleh nilai sekitar 46–56 poin karena perpindahan lensa masih terlihat patah-patah dan muncul getaran kecil.
Google memang menawarkan fitur Video Boost yang mampu meningkatkan kualitas video secara signifikan melalui pemrosesan cloud.