TEKNOLOGI – Industri smartphone global pernah dibuat geger pada Agustus 2018 ketika Xiaomi memperkenalkan sub-brand baru bernama POCO. Produk pertamanya, POCO F1 atau Pocophone F1, langsung mencuri perhatian karena menawarkan performa kelas flagship dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Bagaimana tidak, POCO F1 mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 845 yang saat itu menjadi salah satu prosesor mobile paling bertenaga. Menariknya, perangkat tersebut ditawarkan dengan harga mulai sekitar Rp4,5 jutaan di pasar Indonesia.
Strategi tersebut membuat POCO F1 dikenal sebagai salah satu flagship killer paling fenomenal pada masanya. Perangkat ini menawarkan performa yang sebelumnya identik dengan smartphone premium, tetapi dengan harga yang hanya sebagian dari banderol flagship kelas atas.
Lahir sebagai Proyek untuk Mengguncang Pasar
Sebelum POCO diperkenalkan, Xiaomi sebenarnya telah memiliki posisi kuat di berbagai segmen smartphone. Lini Redmi menyasar konsumen dengan anggaran lebih terjangkau, sedangkan seri Mi bermain di kelas yang lebih tinggi.
Namun, segmen flagship saat itu masih didominasi sejumlah nama besar seperti Samsung, Apple, Huawei, hingga OnePlus.
Xiaomi kemudian mengambil pendekatan berbeda dengan menghadirkan perangkat yang berfokus pada performa, tetapi memangkas sejumlah fitur dan material premium yang dianggap tidak terlalu penting.
Dari strategi tersebut lahirlah POCO F1 dengan konsep sederhana, yakni menawarkan performa terbaik dengan harga yang lebih rasional.
Snapdragon 845 Jadi Senjata Utama
Daya tarik terbesar POCO F1 terletak pada sektor performanya. Smartphone ini ditenagai Qualcomm Snapdragon 845 dengan fabrikasi 10nm dan GPU Adreno 630.
Pada 2018, Snapdragon 845 merupakan chipset kelas atas yang digunakan sejumlah smartphone flagship. Samsung Galaxy S9 dan Sony Xperia XZ3, misalnya, juga mengandalkan chipset tersebut di sejumlah pasar.
POCO tidak hanya mengandalkan chipset kencang. Untuk membantu menjaga suhu perangkat ketika digunakan dalam aktivitas berat, POCO F1 dibekali sistem pendingin cairan LiquidCool Technology.
Kombinasi tersebut diperkuat RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.1. Hasilnya, proses membuka aplikasi, berpindah antaraplikasi, hingga memindahkan file terasa sangat responsif untuk ukuran smartphone di kelas harganya saat itu.
Baterai 4.000 mAh untuk Aktivitas Seharian
POCO F1 juga membawa baterai berkapasitas 4.000 mAh. Pada 2018, kapasitas tersebut tergolong besar dan menjadi salah satu keunggulan perangkat.