BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyalurkan bantuan senilai Rp 153,6 juta kepada 46 warga yang terdampak berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, sebagai bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak musibah di sejumlah kecamatan.
Eva Dwiana mengatakan besaran bantuan yang diterima setiap korban berbeda-beda karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Nilai bantuan bervariasi, mulai dari Rp 1 juta, Rp 3 juta, hingga lebih dari Rp 10 juta.
"Harapan kami, bantuan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung ini dapat membantu dan mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana," ujar Eva Dwiana, Senin 29 Juni 2026.
Menurut Eva, penyaluran bantuan harus melalui proses administrasi dan verifikasi agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Di sela penyerahan bantuan, Eva juga menyoroti meningkatnya kasus kebakaran yang terjadi di Bandar Lampung dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
"Banyak peristiwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Karena itu, jika tidak terlalu penting, matikan saklar listrik agar kejadian serupa bisa dicegah," tegasnya.
Selain itu, Eva menginstruksikan seluruh camat agar menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Berdasarkan data Pemkot Bandar Lampung, sebanyak 46 penerima bantuan berasal dari Kecamatan Kedamaian sebanyak tujuh orang, Bumi Waras 16 orang, Kemiling satu orang, Enggal satu orang, Tanjungkarang Pusat tiga orang, Tanjung karang Barat satu orang, Langkapura satu orang, Way Halim 11 orang, Telukbetung Selatan tiga orang, beserta Tanjung karang Timur dua orang.
Dari total bantuan senilai Rp 153,6 juta tersebut, sebesar Rp 19 juta disalurkan dalam bentuk bantuan tunai, sedangkan Rp 134,6 juta diberikan dalam bentuk bantuan non-tunai.