Menurutnya, rasa percaya tidak boleh mengesampingkan pentingnya memeriksa legalitas perusahaan, sistem investasi, serta mekanisme pengelolaan dana. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko menjadi korban penipuan berkedok investasi.
Tantri juga berharap kasus yang dialaminya segera memperoleh kepastian hukum sehingga para korban mendapatkan kejelasan mengenai nasib dana mereka. Ia berharap proses hukum yang berjalan mampu menghadirkan rasa keadilan sekaligus menjadi pembelajaran agar kasus serupa tidak kembali menimpa masyarakat.
Hingga kini, dugaan penipuan investasi yang menyeret nama Popi Novitasari masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak menantikan perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk kemungkinan pengembalian kerugian kepada para korban.
Bagi Tantri, kehilangan dana miliaran rupiah bukan sekadar persoalan finansial. Uang tersebut merupakan hasil kerja keras selama bertahun-tahun yang dipersiapkan sebagai bekal pendidikan anak-anaknya. Karena itu, pengalaman pahit tersebut diharapkannya dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai tawaran investasi yang belum memiliki kredibilitas dan legalitas yang jelas.