BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AKAR Provinsi Lampung resmi melayangkan surat aspirasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Surat tersebut disampaikan pada Selasa 30 Juni 2026 oleh Ketua DPP AKAR Lampung, Indra Musta'in, bersama tokoh muda masyarakat Lampung, Maradoni.
Aspirasi ini berisi desakan agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.
Langkah tersebut diambil setelah DPP AKAR melakukan observasi lapangan, dialog publik, serta diskusi dengan berbagai kelompok masyarakat di sejumlah kabupaten/kota.
Hasil kajian menunjukkan persoalan jalan masih menjadi keluhan utama warga, mulai dari jalan kabupaten, jalan desa, jalan lingkungan, hingga jalan usaha tani dan penghubung antardesa.
Ketua DPP AKAR Lampung, Indra Musta'in, menegaskan bahwa kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.
"Jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Ketika akses rusak, biaya angkut hasil pertanian meningkat, distribusi barang terhambat, pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi sulit dijangkau, hingga investasi daerah ikut terhambat," ujarnya.
Menurut Indra, Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatera sekaligus daerah penyangga ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Karena itu, pembangunan jalan di Lampung dinilai bukan semata kepentingan daerah, melainkan bagian dari kepentingan nasional.
Dalam surat aspirasi tersebut, DPP AKAR juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan jalan nasional, rehabilitasi jembatan, serta peningkatan sejumlah ruas strategis yang telah dilaksanakan di Lampung.
Namun demikian, AKAR menilai kebutuhan pembangunan jalan daerah masih jauh dari terpenuhi.
Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah provinsi maupun kabupaten menyebabkan banyak ruas jalan belum dapat ditangani secara optimal, terutama di wilayah pedesaan.