BANDAR LAMPUNG — Toyota Supra MK4, yang sering disebut sebagai A80, merupakan salah satu mobil sport paling ikonis dalam sejarah otomotif Jepang dan dunia.
Model ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 sebagai generasi keempat Supra dan diproduksi hingga 2002.
Meski sudah lama berhenti diproduksi, reputasinya tetap hidup sebagai simbol performa tinggi dan kejayaan era keemasan mobil sport Jepang.
Dikembangkan sebagai penerus Supra generasi sebelumnya, Supra MK4 dirancang dengan fokus menghadirkan sport coupe bertenaga tinggi namun tetap nyaman untuk penggunaan harian.
Platformnya berbagi sejumlah komponen dengan Toyota Soarer yang dipasarkan sebagai Lexus SC di luar Jepang namun dikemas dengan karakter yang lebih agresif, ringan, dan responsif.
Daya tarik utama Supra MK4 terletak pada mesin 2JZ-GTE berkapasitas 3.0 liter enam silinder segaris dengan twin-turbo.
Mesin ini terkenal berkat konstruksi blok baja yang sangat kuat dan toleransi tinggi terhadap peningkatan tenaga.
Untuk pasar ekspor, tenaganya mencapai sekitar 320 hp, sementara versi Jepang dibatasi sekitar 280 hp mengikuti kesepakatan industri otomotif saat itu.
Sistem turbo ganda pada Supra MK4 bekerja secara sekuensial. Turbo pertama aktif pada putaran rendah untuk meminimalkan turbo lag, kemudian turbo kedua menyusul di putaran tinggi.
Hasilnya adalah akselerasi yang kuat, halus, dan konsisten di seluruh rentang putaran mesin.
Toyota juga menawarkan varian naturally aspirated dengan mesin 2JZ-GE bagi konsumen yang menginginkan performa halus dan keandalan tinggi untuk penggunaan harian.
Seluruh varian dipadukan dengan penggerak roda belakang serta pilihan transmisi manual enam percepatan atau otomatis.