BANDAR LAMPUNG – Desakan agar pemerintah mengevaluasi tarif Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (BTB) terus menguat.
Setelah sebelumnya disuarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung, aspirasi tersebut kini mendapat dukungan dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan Lampung serta DPRD Provinsi Lampung yang meminta pemerintah pusat meninjau kembali kebijakan tarif tol yang dinilai membebani masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan Anggota DPR RI asal Lampung, Mukhlis Basri, dalam rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan para pengelola jalan tol.
Ia mengungkapkan telah dihubungi panitia BEM Universitas Lampung yang ingin menyampaikan langsung aspirasi mengenai tingginya tarif Tol Lampung kepada Komisi V DPR RI.
“Dikontak oleh panitia BEM Universitas Lampung, mereka ingin ketemu dengan Komisi V. Tapi karena saya ada kegiatan lain, sehingga saya tidak bisa menemui mereka,” ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube TV Parlemen, Kamis 09 Juli 2026.
Mukhlis menilai persoalan tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar telah menjadi perhatian publik, termasuk media nasional.
Menurutnya, pemberitaan mengenai langkah BEM Universitas Lampung yang mengadukan mahalnya tarif tol kepada DPR RI menunjukkan bahwa keresahan masyarakat memang nyata dan perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Ini juga ada berita di Kompas.com, BEM Unila adukan mahalnya tarif Tol Lampung ke DPR. Merespon apa yang disampaikan oleh BEM mahasiswa Unila ini, dan alhamdulillah sesuai absen tadi pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar juga hadir,” katanya.
Ia menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa tidak boleh diabaikan. Pemerintah bersama pengelola jalan tol harus memberikan respons yang serius terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat.
“Harapan saya, apa yang disampaikan oleh BEM mahasiswa ini mau tidak mau harus kita respon dengan baik. Kalau kita mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), saya kira apa yang disampaikan mahasiswa ini betul sekali. Hampir seluruh poin yang mereka sampaikan memang perlu menjadi perhatian, termasuk bahwa tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar merupakan yang paling mahal dibandingkan ruas tol lainnya di Sumatera,” tegasnya.
Sikap Mukhlis Basri sejalan dengan dorongan yang sebelumnya disampaikan DPRD Provinsi Lampung.
Dalam rapat dengar pendapat bersama pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, DPRD meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap kenaikan tarif yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat maupun pelaku usaha di Lampung.