BANDAR LAMPUNG – Toyota Supra MK3 atau berkode A70 menjadi salah satu model paling penting dalam sejarah Supra. Diproduksi pada periode 1986 hingga 1993, generasi ketiga ini menjadi tonggak lahirnya identitas Supra sebagai mobil sport yang berdiri sendiri, terlepas dari nama Celica Supra yang melekat pada generasi sebelumnya.
Meski popularitasnya kerap berada di bawah bayang-bayang Toyota Supra MK4 bermesin 2JZ, Supra MK3 justru menjadi fondasi yang membuka jalan menuju kejayaan nama Supra di dunia otomotif.
Perpaduan desain khas era 1980-an, mesin enam silinder segaris, dan karakter grand tourer membuat A70 tetap dikenang sebagai salah satu mobil sport Jepang paling berkarakter.
Toyota memperkenalkan Supra MK3 pada 1986 dengan konsep yang benar-benar baru. Untuk pertama kalinya, Supra dipasarkan sebagai model independen tanpa menggunakan nama Celica.
Pabrikan asal Jepang tersebut membekali A70 dengan sasis baru yang menawarkan distribusi bobot lebih seimbang, sehingga menghasilkan pengendalian yang lebih baik dibandingkan pendahulunya.
Karakter berkendaranya dirancang sebagai grand tourer, yakni tetap nyaman digunakan untuk perjalanan jauh namun tetap menawarkan performa yang mumpuni.
Dari sisi desain, Supra MK3 tampil sangat khas dengan lampu pop-up, kap mesin panjang, bodi lebar, serta garis-garis tegas yang menjadi ciri mobil sport dekade 1980-an.
Hingga kini, desain tersebut masih menjadi daya tarik utama bagi kolektor mobil JDM.
Berbeda dengan Supra MK4 yang identik dengan mesin legendaris 2JZ-GTE, Supra MK3 menggunakan keluarga mesin 7M.
Varian standarnya dibekali mesin 7M-GE berkapasitas 3.0 liter DOHC enam silinder segaris, sedangkan versi performa tinggi menggunakan 7M-GTE turbo yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 232 hp untuk pasar Amerika Serikat.
Toyota juga menawarkan dua pilihan transmisi, yaitu
- Manual 5 percepatan
- Otomatis 4 percepatan.
Mesin 7M dikenal memiliki karakter halus serta potensi modifikasi yang besar. Namun, mesin ini juga memiliki kelemahan pada head gasket apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat atau mengalami peningkatan performa tanpa mengikuti spesifikasi yang direkomendasikan.