Pada akhir dekade 1980-an, Toyota Supra MK3 termasuk salah satu mobil sport Jepang dengan performa terbaik.
Varian Turbo mampu mencatatkan akselerasi 0–100 km/jam dalam kisaran tujuh detik, angka yang tergolong sangat kompetitif pada masa itu.
Dipadukan dengan sistem penggerak roda belakang (rear-wheel drive) dan handling yang stabil, Supra MK3 menjadi pilihan menarik bagi pengemudi yang menginginkan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan pengendalian.
Salah satu identitas paling melekat pada Supra MK3 adalah penggunaan lampu depan pop-up, yang kini menjadi simbol mobil sport klasik era 1980-an.
Selain itu, beberapa varian juga dilengkapi atap targa yang dapat dilepas sehingga menghadirkan sensasi berkendara terbuka.
Untuk ukuran mobil sport pada masanya, interior Supra MK3 tergolong modern. Beberapa tipe telah menggunakan panel instrumen digital serta dibekali berbagai fitur kenyamanan yang saat itu masih tergolong mewah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Toyota Supra MK3 semakin diminati para kolektor mobil klasik dan pecinta JDM.
Populasinya yang semakin langka membuat harga unit dengan kondisi orisinal terus mengalami kenaikan di pasar mobil klasik internasional.
Banyak penggemar menilai A70 sebagai salah satu Supra dengan karakter paling unik karena menawarkan kombinasi desain klasik, mesin enam silinder yang halus, serta sensasi berkendara analog yang kini semakin sulit ditemukan.
Meski tidak sepopuler generasi penerusnya, Supra MK3 memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Toyota.
Model inilah yang menjadi dasar pengembangan Toyota Supra MK4 yang meluncur pada 1993 dan kemudian mendunia berkat mesin 2JZ-GTE, performa luar biasa, serta popularitasnya di dunia balap dan budaya otomotif.
Hingga kini, Toyota Supra MK3 A70 tetap dikenang sebagai salah satu mobil sport Jepang paling berpengaruh.