BANDAR LAMPUNG — Seorang mahasiswa Universitas Lampung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berada di kawasan Jalan Bumi Manti 2, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa ini mengejutkan lingkungan sekitar kos dan rekan-rekan korban.
Korban diketahui berinisial KTT (24), mahasiswa Jurusan Perikanan Unila asal Kabupaten Mesuji.
Kematian korban pertama kali terungkap setelah teman satu kos merasa curiga karena korban tidak terlihat keluar kamar sejak pagi hingga menjelang malam hari.
Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, menjelaskan bahwa kecurigaan rekan korban bermula dari kebiasaan korban yang biasanya beraktivitas normal setiap hari. Namun, pada hari kejadian, korban sama sekali tidak terlihat keluar kamar.
“Korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya setelah rekan korban merasa curiga karena korban tidak keluar kamar sejak pagi hari,” kata AKP Agustina Nilawati, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat kembali ke kos sekitar pukul 23.50 WIB setelah bermain badminton. Setibanya di kos, korban langsung masuk ke kamar dan menutup pintu seperti biasa.
Pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, saksi yang menempati kamar di sebelah korban mengaku mendengar suara dari arah kamar korban yang terdengar seperti orang mengalami kesulitan bernapas. Saksi sempat mengetuk pintu kamar korban beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban.
Karena tidak ada respons, saksi mengira korban telah tertidur. Kecurigaan kembali muncul ketika hingga sore hari korban tak kunjung keluar kamar.
Sekitar pukul 18.12 WIB, saksi kembali mencoba mengetuk pintu kamar korban, namun tetap tidak ada tanda-tanda respons dari dalam.
Merasa khawatir, saksi akhirnya masuk ke kamar korban dan mendapati korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur. Saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju dan masih menggunakan earphone.
“Saksi kemudian masuk ke kamar dan melihat korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur tanpa mengenakan baju dan masih menggunakan earphone,” ujar AKP Agustina.
Upaya membangunkan korban pun dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Rekan korban lainnya kemudian memeriksa kondisi tubuh korban dan memastikan bahwa korban sudah tidak bernapas. Tubuh korban juga teraba dingin.