Mendengar langsung kisah perjuangan keluarga tersebut, Mukhlis Basri mengaku terharu. Menurut mantan Bupati Lampung Barat dua periode itu, keberhasilan Shafira dan Shabila membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
"Perjuangan keluarga ini sangat luar biasa. Saya datang untuk memberikan semangat agar Shafira dan Shabila tetap fokus belajar, menjaga prestasi, dan kelak kembali mengabdi untuk masyarakat serta membanggakan Lampung," katanya.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menilai keberhasilan dua putri asal Pesisir Barat tersebut layak menjadi inspirasi bagi pelajar di seluruh Lampung. Menurutnya, anak-anak daerah memiliki potensi yang sama untuk bersaing di tingkat nasional apabila dibekali semangat belajar, disiplin, serta dukungan keluarga.
"Anak-anak Lampung memiliki kemampuan yang sama dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah semangat, kerja keras, disiplin, dan dukungan dari keluarga. Saya berharap semakin banyak generasi muda dari Pesisir Barat maupun Lampung yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia," jelasnya.
Mukhlis juga memberikan apresiasi kepada Tambat Satria dan Apriyati yang dinilai telah menunjukkan arti pengorbanan orang tua sesungguhnya. Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya tidak pernah menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengurangi perhatian terhadap pendidikan anak-anak. Sebaliknya, mereka terus berjuang agar kedua putrinya memperoleh kesempatan belajar setinggi mungkin.
Baginya, keberhasilan Shafira dan Shabila bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Barat dan Provinsi Lampung.
"Prestasi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari daerah pesisir pun mampu bersaing di tingkat nasional apabila memperoleh kesempatan dan terus berusaha," tandasnya.
Kisah keluarga Tambat Satria menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih meski lahir dari keterbatasan. Berbekal hasil berjualan pakaian keliling dan kerja keras tanpa henti kedua orang tua, dua putri asal Pesisir Barat berhasil mengukir prestasi dengan diterima di Universitas Indonesia. Kisah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengejar pendidikan setinggi-tingginya tanpa menyerah pada keadaan.