PESISIR BARAT – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan pemeriksaan Pap Smear serentak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pemeriksaan Pap Smear massal yang dilaksanakan di berbagai daerah.
Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung di Kecamatan Ngambur, Ngaras, dan Bangkunat pada Senin (22/6/2026), serta akan berlanjut hingga Rabu (24/6/2026) di sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Pesisir Barat.
Program ini menjadi wujud komitmen IBI dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan, khususnya melalui upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Melalui deteksi dini, risiko kesakitan dan kematian akibat kanker serviks diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Ketua IBI Kabupaten Pesisir Barat, Rina Susanti, SST, mengatakan pemeriksaan Pap Smear merupakan langkah nyata organisasi profesi bidan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi perempuan, terutama mereka yang berada pada usia produktif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa perempuan di Pesbar mendapatkan kesempatan yang sama untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan Pap Smear ini sangat penting karena dapat menemukan perubahan sel pada leher rahim sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker,” kata Rina Susanti.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka HUT IBI, melainkan bagian dari gerakan nasional yang melibatkan tenaga kesehatan di berbagai daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi.
Dalam pelaksanaannya, IBI Pesisir Barat menggandeng Laboratorium Pramitra Bandar Lampung sebagai mitra teknis pemeriksaan sampel. Kerja sama tersebut dilakukan guna memastikan hasil pemeriksaan laboratorium lebih akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Keterlibatan laboratorium rujukan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga standar mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Advertisements
Rina menjelaskan, dukungan tenaga ahli dan fasilitas laboratorium yang memadai memungkinkan proses analisis sampel dilakukan secara optimal. Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar bagi tindakan medis lanjutan apabila ditemukan indikasi kelainan pada leher rahim.
Pelaksanaan layanan juga dilakukan melalui praktik mandiri bidan di masing-masing kecamatan. Sistem layanan berbasis wilayah tersebut dipilih agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.
“Dengan melibatkan praktik mandiri bidan di berbagai wilayah, kami berharap masyarakat lebih mudah menjangkau layanan ini. Seluruh proses tetap mengikuti standar pelayanan kesehatan yang berlaku dengan dukungan tenaga kesehatan profesional serta kerja sama laboratorium yang kompeten,” jelasnya.
Salah satu keunggulan program ini adalah layanan pemeriksaan yang diberikan secara gratis melalui pemanfaatan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Kesehatan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi perempuan untuk menjalani pemeriksaan secara sukarela tanpa terkendala biaya.
