PESISIR BARAT – Fenomena pusaran angin yang muncul di perairan Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kamis sore (14 Mei 2026), dipastikan merupakan fenomena waterspout atau puting beliung yang terjadi di atas laut.
Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Herdy Wilismar, mengatakan berdasarkan hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut merupakan kejadian alam yang identik dengan puting beliung, namun terbentuk di wilayah perairan luas.
Menurutnya, fenomena waterspout terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB). Meski demikian, tidak seluruh awan CB dapat memicu terbentuknya fenomena tersebut karena sangat bergantung pada kondisi labilitas atmosfer saat itu.
“Fenomena ini memang menyerupai puting beliung, namun terjadi di atas laut atau perairan. Pembentukannya berasal dari awan cumulonimbus dengan kondisi atmosfer tertentu,” kata Herdy Wilismar.
Ia menjelaskan, fenomena waterspout umumnya bersifat lokal dan terjadi dalam durasi relatif singkat. Dalam banyak kasus, pusaran angin tersebut hanya berlangsung sekitar 10 menit sebelum akhirnya melemah dan menghilang.
Selain itu, fenomena tersebut lebih sering muncul pada pagi, siang, hingga sore hari. Namun, dalam kondisi tertentu juga dapat terjadi menjelang malam hari.
Kemunculannya disebut sulit diprediksi karena hanya dapat terbentuk dari sistem awan tertentu dengan kondisi atmosfer yang mendukung.
BPBD Pesisir Barat mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melihat tanda-tanda cuaca buruk maupun kemunculan awan cumulonimbus di area perairan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian apabila fenomena seperti ini kembali terlihat, demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Herdy menambahkan, berdasarkan karakteristiknya, kemungkinan fenomena waterspout terjadi kembali di lokasi yang sama dalam waktu dekat relatif kecil. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Adapun karakteristik fenomena waterspout antara lain bersifat lokal, terjadi dalam waktu singkat, lebih sering muncul pada pagi hingga sore hari, terbentuk dari awan cumulonimbus, serta kecil kemungkinan terjadi berulang di titik yang sama dalam waktu dekat.
Fenomena tersebut sempat menarik perhatian masyarakat dan pengguna media sosial setelah video pusaran angin di perairan Tanjung Setia beredar luas. Banyak warga mengabadikan kejadian langka tersebut dari kejauhan karena bentuknya menyerupai tornado di tengah laut.