Jeep Willys MB dibekali mesin Go-Devil empat silinder segaris berkapasitas 2,2 liter yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 60 hp dengan torsi sekitar 105 lb-ft.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual tiga percepatan, transfer case dua tingkat, serta sistem penggerak empat roda (4WD) yang membuatnya mampu menghadapi berbagai kondisi medan berat.
Kombinasi tersebut menjadikan Jeep Willys sebagai kendaraan yang dikenal tangguh, mudah dirawat, dan memiliki daya tahan tinggi dalam berbagai situasi.
Selama Perang Dunia II, Jeep Willys digunakan untuk berbagai kebutuhan militer, mulai dari kendaraan pengintai, pengangkut logistik, ambulans lapangan, hingga kendaraan komando.
Kemampuannya menembus berbagai medan membuat kendaraan ini memperoleh reputasi sebagai salah satu kendaraan militer paling andal.
Perannya yang besar dalam mendukung operasi Sekutu menjadikan Jeep Willys sebagai salah satu simbol kemenangan pada masa perang.
Usai perang berakhir, Willys-Overland mengembangkan versi sipil yang dikenal sebagai CJ (Civilian Jeep).
Model pertama, CJ-2A, diperkenalkan pada 1945 dengan sejumlah penyempurnaan, seperti pintu bagasi, lampu yang lebih besar, serta fitur yang lebih sesuai untuk kebutuhan masyarakat.
Jeep sipil tersebut kemudian banyak digunakan oleh petani, pekebun, pemburu, hingga perusahaan pertambangan karena terkenal tangguh, sederhana, dan mudah dirawat.
Seiring berjalannya waktu, Jeep Willys berkembang menjadi salah satu mobil klasik dengan nilai koleksi tinggi.
Banyak unit direstorasi agar kembali menyerupai kondisi aslinya, baik dengan warna hijau militer maupun tampilan klasik yang tetap mempertahankan karakter bawaan pabrik.
Harga jual Jeep Willys dipengaruhi oleh tingkat orisinalitas, kelengkapan dokumen, kondisi mesin, serta keaslian komponen. Unit yang masih mempertahankan spesifikasi asli umumnya memiliki nilai lebih tinggi di pasar mobil klasik.