Harga Emas Dunia Menguat Tipis, The Fed dan Inflasi Jadi Penentu Arah Pergerakan

Penjualan rumah baru pada Juni juga mengalami kenaikan, sedangkan klaim pengangguran awal tetap berada di angka 187.000, mencerminkan pasar tenaga kerja AS yang masih solid.
Arif Setiawan - Senin, 27 Jul 2026 - 09:28 WIB
Pergerakan harga emas dunia masih dipengaruhi penguatan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi AS, serta ketidakpastian geopolitik menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
Pergerakan harga emas dunia masih dipengaruhi penguatan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi AS, serta ketidakpastian geopolitik menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. - Poto ilustrasi

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Adapun harga cincin emas polos Bao Tin Minh Chau diperdagangkan pada kisaran 138,9 juta hingga 142,7 juta VND per ounce, dengan kenaikan masing-masing sebesar 200.000 VND pada harga beli maupun harga jual.

Analis Pasar Senior FXTM, Lukman Otunuga, menilai perkembangan inflasi akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga emas dalam waktu dekat.

Menurut Lukman Otunuga, pasar saat ini memperkirakan sekitar 34 persen peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Juli. Namun, mayoritas pelaku pasar masih memprediksi langkah tersebut baru akan dilakukan pada September. Selain itu, kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat sebesar 10 hingga 12,5 persen terhadap sejumlah mitra dagang utama dinilai berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga dapat menyulitkan The Fed untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

"Bapak Otunuga mencatat bahwa beberapa faktor akan mempengaruhi pasar minggu depan. Yang paling penting, pertemuan kebijakan Fed, indeks PCE, dan perkembangan geopolitik diperkirakan akan terjadi."

Advertisements

Ia menambahkan, apabila data inflasi PCE lebih tinggi dari ekspektasi pasar, peluang kenaikan suku bunga pada September akan meningkat dan harga emas berpotensi kembali menguji level psikologis US$4.000 per ons.

Sebaliknya, apabila inflasi terus menunjukkan tren penurunan, harga emas memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. Namun, harga minyak yang masih bertahan di sekitar US$100 per barel dinilai membatasi potensi penguatan emas dalam jangka pendek.

Menurut Lukman Otunuga, level US$4.000 per ons masih menjadi area support terpenting bagi pergerakan harga emas. Jika level tersebut ditembus, harga emas diperkirakan dapat melemah menuju US$3.950 per ons, bahkan hingga US$3.900 per ons.

Sebaliknya, apabila tren penguatan kembali berlanjut dan sentimen pasar membaik, harga emas berpotensi naik ke kisaran US$4.100 hingga US$4.200 per ons.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements