Satelit Lampung-1 Siap Diluncurkan, Dukung Ekonomi Kelautan dan Pengelolaan Lingkungan

STAR.VISION mengonfirmasi kesiapan peluncuran Satelit Kembar Hiperspektral OSE yang membawa Lampung-1
Dedi Andrian - Senin, 03 Agt 2026 - 12:14 WIB
Persiapan peluncuran Satelit Kembar Hiperspektral OSE memasuki tahap akhir. Lampung-1 dijadwalkan meluncur bersama Samarkand 2028 pada 5 Agustus 2026 dari laut lepas pantai Shandong, China.
Persiapan peluncuran Satelit Kembar Hiperspektral OSE memasuki tahap akhir. Lampung-1 dijadwalkan meluncur bersama Samarkand 2028 pada 5 Agustus 2026 dari laut lepas pantai Shandong, China. - Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Perusahaan teknologi antariksa STAR.VISION mengumumkan kesiapan peluncuran misi Satelit Kembar Hiperspektral OSE yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026 dari laut lepas pantai Shandong, China.

Informasi mengenai kesiapan peluncuran tersebut, termasuk keberangkatan satelit Lampung-1, disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi @star.vision_aerospace menjelang pelaksanaan misi.

Dalam unggahan itu, STAR.VISION menjelaskan bahwa roket pembawa Satelit Kembar Hiperspektral OSE telah diangkut ke kapal peluncur dan kini sedang menuju lokasi peluncuran di laut lepas pantai Shandong.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.

Advertisements

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, misi ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama antariksa internasional dengan membawa dua satelit utama, yakni Lampung-1 dan Samarkand 2028.

STAR.VISION juga mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan terbaru menjelang peluncuran (liftoff) misi tersebut.

Dalam unggahannya, perusahaan turut menandai Pemerintah Provinsi Lampung, BRIN Indonesia, serta Uzcosmos Uzbekistan sebagai mitra atau pihak yang terlibat dalam kolaborasi tersebut.

Lampung-1 dikembangkan melalui kerja sama antara STAR.VISION dan Pemerintah Provinsi Lampung.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Satelit ini dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan, memperkuat tata kelola lingkungan, serta mendorong kolaborasi industri di wilayah Lampung.

Sementara itu, satelit Samarkand 2028 dikembangkan bersama Uzbekistan untuk mendukung pemantauan ekologi regional sekaligus mempercepat inovasi teknologi antariksa.

Dalam unggahan yang sama, STAR.VISION menjelaskan bahwa kedua satelit tersebut dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan dengan komputasi kecerdasan buatan (AI) di dalam satelit.

Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di orbit sehingga menghasilkan informasi yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih mudah diakses oleh berbagai pengguna.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements