LAMPUNG BARAT – Puluhan siswa dan warga di Kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lampung Barat, mengalami keluhan gangguan pencernaan berupa diare setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan tersebut muncul setelah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG yang salah satunya berupa siomay. Sejumlah warga yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Batu Ketulis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penerima manfaat yang mengalami keluhan tidak hanya berasal dari kalangan siswa, tetapi juga orang dewasa. Mereka berasal dari sejumlah pekon, di antaranya Pekon Batukebayan, Kubuliku, Luas, dan Bakhu.
Salah seorang aparatur pekon yang turut mengalami keluhan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku ikut mengonsumsi siomay yang merupakan bagian dari menu MBG karena makanan tersebut tidak diambil oleh penerima manfaat.
“Iya, jadi ada siswa dan ada orang dewasa juga. Termasuk saya juga sempat mengalami diare karena kan kami masih melaksanakan gotong royong dan ada menu MBG yakni siomay yang tidak diambil jadi kami makan, dan ternyata kena diare juga,” ujarnya.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan terhadap sampel makanan MBG yang telah diambil untuk pengujian.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah keluhan diare yang dialami para penerima manfaat berkaitan dengan konsumsi siomay atau disebabkan faktor lainnya.
Saat dikonfirmasi, Koordinator SPPI Wilayah Lampung Barat, Septa, membenarkan adanya dugaan gangguan pencernaan yang dialami sejumlah penerima manfaat MBG di wilayah SPPG Batu Ketulis.
“Terkait dugaan keluhan dari penerima manfaat MBG di SPPG Batu Ketulis, kami sudah berkoordinasi dengan tim Satgas dan tim Puskesmas. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan MBG pada tanggal 18 September 2026,” kata Septa.
Menurutnya, Kepala SPPG bersama tim juga telah turun ke lapangan bersama Satgas MBG Lampung Barat untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kepala SPPG dan tim SPPG lainnya sudah turun ke lapangan bersama Satgas MBG Lampung Barat,” ujarnya.
Septa mengatakan, kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada KPPG Bandar Lampung dan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI.