Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual enam percepatan dan kopling multi-plat kering.
Karakter mesin V-twin membuat respons tenaga terasa kuat sejak putaran menengah.
Sensasi tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan Ducati 916 SPS dari superbike empat silinder yang populer pada era yang sama.
Kecepatan maksimumnya bahkan disebut mampu mencapai sekitar 269 km/jam, angka yang sangat tinggi untuk superbike pada akhir dekade 1990-an.
Ducati tetap mempertahankan rangka tubular steel trellis sebagai identitas utama keluarga 916.
Konstruksi tersebut dipadukan dengan geometri sasis yang dirancang untuk menghasilkan keseimbangan antara stabilitas dan kelincahan.
Karakter tersebut sangat penting ketika motor digunakan untuk melibas tikungan dengan kecepatan tinggi.
Di bagian depan, 916 SPS menggunakan garpu upside-down Showa 43 mm yang dapat disetel.
Sementara pada bagian belakang terdapat monoshock Öhlins DU 3420bdengan sistem suspensi progresif yang juga menyediakan sejumlah pengaturan.
Kombinasi tersebut membuat pengendalian 916 SPS terasa lebih serius dibandingkan motor sport biasa.
Perangkat pengereman menjadi bagian penting lain dari Ducati 916 SPS.
Pada roda depan terdapat dua cakram berdiameter 320 mm yang dipadukan dengan kaliper empat piston. Sementara roda belakang menggunakan cakram berdiameter 220 mm.