Ducati 916 SPS: Superbike Homologasi Italia dengan Mesin 996 cc yang Jadi Buruan Kolektor

Ducati 916 SPS: Superbike Homologasi Italia dengan Mesin 996 cc yang Jadi Buruan Kolektor
Krisna Jeri - Minggu, 09 Agt 2026 - 07:01 WIB
Ducati 916 SPS menjadi salah satu superbike Italia paling ikonik pada era 1990-an. Mengusung mesin 996 cc, rangka trellis, suspensi Öhlins dan desain legendaris Massimo Tamburini, motor ini kini menjadi buruan kolektor.
Ducati 916 SPS menjadi salah satu superbike Italia paling ikonik pada era 1990-an. Mengusung mesin 996 cc, rangka trellis, suspensi Öhlins dan desain legendaris Massimo Tamburini, motor ini kini menjadi buruan kolektor. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Bagi kolektor, kondisi motor menjadi faktor penting. Dokumen lengkap, kesesuaian nomor rangka dan mesin, komponen orisinal, serta riwayat perawatan yang jelas dapat meningkatkan daya tarik sebuah unit.

Advertisements

Keaslian juga menjadi persoalan penting karena tampilan 916 SPS relatif mudah direplikasi melalui penggunaan stiker maupun komponen aftermarket.

Karena itu, calon kolektor perlu melakukan verifikasi nomor identifikasi kendaraan serta menelusuri riwayat motor sebelum melakukan transaksi.

Ducati 916 SPS pada akhirnya bukan hanya mengenai angka tenaga atau kecepatan maksimum.

Motor ini merupakan perpaduan antara desain, teknologi, karakter mesin, sasis, dan pengalaman balap yang menjadi identitas Ducati pada era 1990-an.

Advertisements

Mesin 996 cc, rangka trellis, suspensi Öhlins, rem Brembo, kopling kering, serta desain revolusioner membuat 916 SPS tetap menarik di tengah kemunculan superbike modern yang dilengkapi berbagai perangkat elektronik.

Bagi kolektor dan penggemar motor klasik, Ducati 916 SPS menjadi salah satu simbol era keemasan superbike analog. 

Motor ini membuktikan bahwa sebuah kendaraan produksi dapat membawa semangat balap ke jalan raya sekaligus menciptakan warisan desain yang mampu bertahan lintas generasi.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements