LAMPUNG BARAT – Sebanyak 50 pemuda terpilih yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Barat tidak hanya mendapat pembinaan fisik dan kedisiplinan.
Mereka juga dibekali materi kepemimpinan serta kesehatan reproduksi remaja sebagai persiapan menjadi generasi penerus pembangunan.
Pembekalan tersebut berlangsung dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung Barat di Wisma Sindalapai, Kecamatan Balikbukit, Minggu (9/8/2026).
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Lampung Barat turut terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Tiga pemateri memberikan materi mengenai pertumbuhan dan perkembangan remaja, kesehatan reproduksi remaja (KRR), serta kepemimpinan pemuda menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja disampaikan Cahyani Susilawati, S.KM., M.Kes. Materi Kesehatan Reproduksi Remaja disampaikan Candra Gunawan, S.Kom.
Sementara itu, materi Kepemimpinan Pemuda Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 disampaikan Drs. Sandarsyah.
Sandarsyah mengatakan, pembekalan tersebut penting karena pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Besarnya jumlah pemuda harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM), karakter, serta kemampuan kepemimpinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah remaja di Indonesia mencapai sekitar 64,22 juta jiwa atau 22,65 persen dari total penduduk yang mencapai 283,5 juta jiwa.
“Dengan jumlah remaja yang cukup besar ini, tentu mempunyai nilai strategis dan penting bagi pembangunan bangsa ke depan. Masa depan negara dan bangsa tentu tergantung dari para pemuda ini,” ujar Sandarsyah.
Menurutnya, membangun kualitas generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Pemuda juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, karakter, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa kepemimpinan.
“Untuk masa depan bangsa dan negara yang mencerahkan tentu tidak hanya dibutuhkan jumlah pemuda yang besar, tetapi juga harus disertai kualitas sumber daya manusia yang bagus. Salah satunya kesehatan reproduksi dan kepemimpinan dari para pemuda,” katanya.