Artinya, label Core i7 tidak serta-merta membuat Dynabook unggul dalam semua skenario.
Dalam pengujian dengan laptop terhubung ke charger, performa keduanya relatif berdekatan. Bahkan hasilnya berbeda tergantung aplikasi atau game yang digunakan.
Pada pengujian Valorant, Dynabook mencatat sekitar 88 FPS, lebih tinggi dibandingkan Lenovo yang berada di angka 68 FPS.
Namun, ketika digunakan untuk memainkan Dota 2, Lenovo justru unggul dengan sekitar 66 FPS, sedangkan Dynabook berada di angka yang lebih rendah.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa performa laptop tidak cukup dinilai hanya dari kelas prosesor. Arsitektur, jumlah core, konfigurasi perangkat, dan jenis beban kerja juga berpengaruh.
Baterai: Core i3 Gen 13 Lebih Efisien
Keunggulan Lenovo terlihat lebih jelas ketika pengujian beralih ke daya tahan baterai.
Dalam skenario Modern Office, Lenovo IdeaPad Slim 3 mampu bertahan hingga sekitar 8 jam 45 menit.
Sementara itu, Dynabook Satellite Pro C40-J hanya mencapai sekitar 6 jam 31 menit.
Selisih lebih dari dua jam tersebut cukup signifikan bagi pengguna yang sering bekerja tanpa akses charger.
Dengan efisiensi prosesor generasi lebih baru, Lenovo menjadi pilihan lebih menarik untuk mahasiswa, pekerja mobile, maupun pengguna yang sering berpindah tempat.
RAM Solder vs RAM yang Bisa Di-upgrade
Di sinilah Dynabook mulai menunjukkan keunggulannya.
Lenovo IdeaPad Slim 3 menggunakan RAM LPDDR5 yang menawarkan performa dan efisiensi baik. Namun, RAM tersebut terpasang secara permanen atau soldered pada motherboard.