BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai keberadaan jaringan jalan tol telah memberikan dampak terhadap pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung.
Namun, menurutnya, manfaat pembangunan jalan tol ke depan harus dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Jalan tol diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dari berbagai sektor, terutama pertanian.
Hal tersebut disampaikan Rahmat Mirzani Djausal usai menghadiri kegiatan Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang diadakan pada Sabtu 03 Oktober 2026 di Hotel Grand Mercure kota Bandar Lampung.
Mirza mengatakan salah satu dampak yang terlihat setelah keberadaan jalan tol adalah meningkatnya mobilitas wisatawan Nusantara menuju Lampung.
Ia menyebut jumlah wisatawan Nusantara yang datang atau melintas ke Lampung mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelum jalan tol beroperasi.
“Pertama ya, kita lihat yang wisata, wisata Nusantara tadi pertumbuhannya luar biasa. Dulu sebelum ada jalan tol kita baru 11 juta per tahun, setelah ada jalan tol sampai hari ini sudah 27 juta wisatawan Nusantara yang lewat jalan tol,” kata Mirza.
Menurutnya, peningkatan mobilitas tersebut menunjukkan konektivitas melalui jalan tol memiliki kaitan dengan aktivitas pariwisata dan pergerakan masyarakat menuju Lampung.
Selain sektor pariwisata, Mirza juga menyoroti dampak keberadaan jalan tol terhadap aktivitas ekspor dari Lampung.
“Yang kedua, pertumbuhan ekspor juga kita tinggi ya, karena ada jalan tol, ekspornya dari Lampung ya, dari Lampung,” ujarnya.
Meski mengakui dampak positif jalan tol terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi, Mirza menegaskan manfaat pembangunan infrastruktur tersebut perlu diperluas hingga menyentuh masyarakat secara langsung.
Menurut dia, keberadaan jalan tol harus mampu mendorong peningkatan kualitas ekonomi masyarakat Lampung dari berbagai sektor.