Masjid di Pesisir Barat Didorong Jadi Pusat Dakwah dan Pemberdayaan Umat

DDII Pesbar mendorong transformasi masjid menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan dan pemberdayaan umat dengan memanfaatkan teknologi digital.
Yogi Astrayuda - Minggu, 04 Okt 2026 - 19:13 WIB
DDII Pesisir Barat gelar seminar Kemasjidan salah satu langkah memakmurkan masjid.
DDII Pesisir Barat gelar seminar Kemasjidan salah satu langkah memakmurkan masjid. - Foto Yogi

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR TENGAH – Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Kabupaten Pesisir Barat mendorong pengelolaan masjid bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, dakwah, sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat peran Remaja Islam Masjid (Risma) dalam kegiatan dakwah dan publikasi melalui media sosial.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar Masjid Digital bertema “Risma Go Digital: Membangun Masjid yang Aktif, Kreatif, dan Terhubung di Era Teknologi” serta Seminar Kemasjidan bertema “Transformasi Pengelolaan Masjid: Menuju Masjid Modern, Aktif, dan Berdaya”.

Kegiatan yang digelar DDII Pesbar bersama Sentra Masjid Indonesia, Surau Berkah Madani Center dan DKM Masjid Babut Taqwa itu berlangsung Sabtu (3/10/2026) malam setelah salat Isya dan dilanjutkan Minggu (4/10/2026) setelah salat Subuh.

Advertisements

Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Babut Taqwa, Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah.

Ketua DDII Pesbar Arief Mulyawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masjid agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara positif, terutama oleh generasi muda yang tergabung dalam Remaja Islam Masjid (Risma). Risma perlu didorong agar mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai sarana dakwah sekaligus publikasi kegiatan masjid. Dengan begitu, keberadaan masjid dapat lebih dekat dengan generasi muda dan masyarakat,” kata dia.


Advertisements

Menurut Arief, transformasi pengelolaan masjid diperlukan agar masjid menjadi ruang yang hidup di tengah masyarakat. Selain tempat menunaikan ibadah, masjid diharapkan menjadi ruang untuk menuntut ilmu, berbagi, bersosialisasi dan mempererat silaturahmi.

“Selain meningkatkan aktivitas keagamaan, setiap masjid juga didorong memiliki program unggulan yang mampu memberdayakan umat sekaligus mengajak masyarakat lebih rutin datang ke masjid,” jelasnya.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ustaz Aroby Cahyadi selaku social media expert Surau BMC, Ustaz Wawan Setiawan selaku Ketua Takmir Masjid BSI Bakauheni sekaligus penggerak Kampung Sedekah, serta Ustaz Bayu Ari Wibowo, Founder Sentra Masjid Indonesia dan Surau BMC.

Peserta kegiatan terdiri atas pengurus, takmir atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Risma dan Rohis dari Kecamatan Pesisir Tengah, Krui Selatan dan Pesisir Selatan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements