Keluarga kemudian membawa MS ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Saat kejadian berlangsung, D masih berada di rumah korban. Pihak keluarga kemudian mengamankan D untuk mencegah terjadinya tindakan lebih lanjut.
Situasi berubah setelah keluarga mengetahui MS meninggal dunia. D kemudian berusaha meninggalkan lokasi.
Warga yang mengetahui upaya tersebut langsung melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap D.
Terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga dan keluarga korban sebelum akhirnya diamankan polisi.
"Dari informasi yang kami terima, terduga pelaku sempat diamankan keluarga. Setelah mengetahui korban meninggal dunia, yang bersangkutan kemudian mencoba melarikan diri dan akhirnya berhasil diamankan warga," ujar Pandiangan.
Akibat kejadian tersebut, D mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara.
Polisi juga menempatkan personel untuk melakukan penjagaan di rumah sakit guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Barang-barang tersebut antara lain satu buah pisau, pakaian korban, satu unit sepeda motor, jaket, serta teko dan gelas yang digunakan untuk mengonsumsi minuman keras jenis tuak.
Pandiangan mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, korban dan terduga pelaku diduga sempat mengonsumsi minuman keras jenis tuak sebelum peristiwa terjadi.