Harimau Sumatera Mangsa 7 Ternak Warga, Kerugian Capai Rp8 Juta

Serangan harimau Sumatera di Lemong, Pesisir Barat, menyebabkan 7 ternak warga mati dan kerugian jutaan rupiah.
Yogi Astrayuda - Selasa, 05 Mei 2026 - 09:04 WIB
Harimau Sumatera kembali serang ternak warga di Pesisir Barat
Harimau Sumatera kembali serang ternak warga di Pesisir Barat - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT — Interaksi negatif antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Pesisir Barat. Kali ini, diduga tiga ekor harimau Sumatera memangsa ternak milik warga di Dusun Batubulan, Pekon Malaya, Kecamatan Lemong.

Kepala UPTD KPH Kabupaten Pesisir Barat, Dadang Trianahadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat terkait kejadian tersebut yang terjadi di wilayah Atar Paling, perbatasan kawasan hutan produksi terbatas dengan areal penggunaan lain.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Kecamatan Lemong, TNI, Polri, KPH Pesisir Barat, Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Wildlife Conservation Society Indonesia Program, BPBD Pesisir Barat, serta Satgas konflik satwa liar Pekon Malaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Tim telah berkoordinasi dengan Kepala Dusun Batubulan, Parihin, sekaligus menggali kronologis kejadian serta melakukan peninjauan langsung ke lokasi,” kata dia.

Advertisements

Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa pertama terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 18.30 WIB atau selepas Maghrib. Saat itu, seekor kambing kacang milik warga bernama Suandi dimangsa.

Selang dua hari kemudian, tepatnya pada Rabu malam, 29 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIB, kejadian serupa kembali terjadi. Kali ini, enam ekor kambing milik korban yang sama menjadi mangsa.

“Total ada tujuh ekor kambing yang dimangsa. Lokasi kejadian berada di kebun sekaligus kandang kambing milik korban, di wilayah Atar Paling, yang berada di luar kawasan taman nasional,” jelasnya.

Dari hasil identifikasi, tim menemukan jejak kaki yang diduga berasal dari tiga individu harimau. Ukuran tapak bervariasi, yakni sekitar 14,5 cm x 13,5 cm, 11 cm x 10 cm, dan 8,5 cm x 7 cm, yang mengindikasikan adanya harimau dewasa dan anakan.

Advertisements

Selain pengecekan, tim gabungan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun maupun memelihara ternak di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

“Kami mengimbau warga untuk tidak beraktivitas sendirian di area rawan, serta memastikan kandang ternak lebih aman, terutama pada malam hari,” tambah Dadang.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga mencapai Rp8 juta. Hingga saat ini, pihak terkait terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan antara manusia dan satwa liar.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan habitat satwa liar, khususnya di daerah penyangga kawasan konservasi seperti sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus memperkuat mitigasi konflik satwa demi keselamatan warga sekaligus kelestarian satwa dilindungi.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements