PUBG Mobile, misalnya, dapat dimainkan dengan pengaturan grafis tinggi. Kemampuan tersebut menjadi nilai jual besar karena perangkat dengan performa sekelasnya biasanya memiliki harga jauh lebih mahal.
Menariknya, umur panjang POCO F1 juga terlihat dari kemampuannya menjalankan game yang lebih berat beberapa tahun setelah peluncuran. Perangkat ini bahkan masih mampu memainkan Genshin Impact dengan pengaturan menengah hingga tinggi, meski tentu pengalaman bermain dapat berbeda bergantung pada kondisi perangkat dan versi game.
Performa tersebut membuat banyak pemilik POCO F1 merasa belum memiliki alasan kuat untuk segera mengganti perangkat.
Komunitas Custom ROM Membuatnya Panjang Umur
Daya tarik POCO F1 tidak berhenti pada hardware. Perangkat ini juga mendapatkan dukungan komunitas Android yang sangat aktif.
Pengalaman perangkat didukung MIUI for POCO dan POCO Launcher yang menawarkan antarmuka relatif ringan. Di sisi lain, keterbukaan pengembangan software turut mendorong lahirnya komunitas custom ROM yang besar.
Pembaruan resmi POCO F1 memang akhirnya berhenti pada Android 10. Namun, pengguna masih dapat menikmati versi Android yang lebih baru melalui berbagai proyek komunitas dan developer pihak ketiga.
Dukungan tersebut membuat POCO F1 memiliki usia pakai yang lebih panjang dibandingkan banyak smartphone lain yang dirilis pada periode yang sama.
POCO F2 Pro Mengubah Arah
Warisan POCO F1 semakin terasa ketika penerusnya, POCO F2 Pro, diperkenalkan pada 2020.
Perangkat tersebut membawa pendekatan yang lebih premium dengan bodi kaca, layar AMOLED, dan kamera pop-up. Namun, peningkatan material dan fitur tersebut juga membuat harganya ikut meningkat.
Perubahan strategi tersebut membuat sebagian penggemar merasa karakter asli POCO sebagai flagship killer murah mulai bergeser.
Justru karena perubahan itulah, POCO F1 semakin dikenang sebagai salah satu perangkat paling unik dalam sejarah smartphone modern.