GADGET – Samsung Galaxy S26 hadir sebagai salah satu flagship compact yang kembali mengandalkan chipset buatan Samsung, yakni Exynos 2600. Setelah digunakan secara intensif selama beberapa pekan dan menerima sejumlah pembaruan perangkat lunak, kemampuan smartphone ini mulai terlihat dalam berbagai skenario penggunaan.
Kembalinya Exynos sempat menimbulkan keraguan di kalangan pencinta gadget, terutama karena sejumlah generasi sebelumnya kerap dibandingkan dengan varian yang menggunakan Snapdragon. Namun, Samsung Galaxy S26 membawa Exynos 2600 dengan fabrikasi 2 nanometer yang dirancang untuk memberikan peningkatan performa sekaligus efisiensi.
Performa Exynos 2600 dan Manajemen Suhu
Dari sisi performa, Exynos 2600 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam pengujian, Samsung Galaxy S26 mampu mencatat skor AnTuTu hingga 2,8 juta poin, sedangkan Geekbench 6 menghasilkan skor single-core hingga 3.000 poin.
Kemampuan tersebut terasa saat smartphone digunakan untuk aktivitas berat. Penyuntingan video 4K dapat dilakukan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Untuk bermain game, performanya juga tergolong stabil. Genshin Impact pada pengaturan grafis High 60 FPS mampu menghasilkan rata-rata sekitar 58 FPS.
Namun, ada konsekuensi dari performa tinggi tersebut. Ukuran bodi yang ringkas membuat panas lebih cepat terasa di telapak tangan, terutama ketika perangkat digunakan untuk bermain game menggunakan jaringan seluler.
Suhu perangkat dalam kondisi tersebut dapat mencapai sekitar 48 derajat Celsius. Sementara saat menggunakan koneksi Wi-Fi, suhunya relatif lebih rendah, yakni sekitar 44 derajat Celsius.
One UI 8.5 dan Fitur AI Semakin Matang
Samsung Galaxy S26 menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Antarmuka tersebut membawa sejumlah peningkatan yang membuat pengalaman penggunaan terasa lebih praktis.
Salah satu fitur yang menarik adalah kemampuan Quick Share yang semakin mudah digunakan untuk transfer file lintas ekosistem, termasuk terhubung dengan perangkat Apple.
Samsung juga memperkaya fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI. Pengguna dapat memanfaatkan pencarian gambar secara cerdas hingga fitur pemrosesan audio untuk membantu menjernihkan rekaman suara.
Dukungan pembaruan sistem operasi hingga 7 tahun menjadi nilai tambah penting. Jaminan tersebut membuat Galaxy S26 memiliki potensi usia pakai yang panjang dan tetap relevan dalam beberapa tahun ke depan.
Dari sisi konektivitas, penerimaan sinyal seluler juga tergolong stabil. Dalam penggunaan sehari-hari, performanya terasa lebih baik dibandingkan sejumlah model Samsung di kelas menengah.