Pada Juli, cadangan pangan disalurkan dua kali. Masing-masing sebanyak 30 kilogram diberikan kepada korban kebakaran di Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balikbukit, dan Pekon Sukaraja, Kecamatan Waytenong, pada 20 Juli.
Selanjutnya, sebanyak 10 kilogram disalurkan kepada korban kebakaran di Pekon Teba Pering Jaya, Kecamatan Sukau, pada 22 Juli.
Nata menegaskan keberadaan cadangan pangan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memberikan respons cepat ketika terjadi bencana atau musibah yang berdampak terhadap kebutuhan pangan masyarakat.
Menurutnya, penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Cadangan pangan ini kita salurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Dengan stok yang masih mencapai sekitar 49,5 ton, Pemkab Lampung Barat dinilai masih memiliki cadangan pangan yang cukup besar untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana maupun kondisi darurat pangan lainnya.
Nata berharap masyarakat penerima bantuan dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, terutama selama masa pemulihan setelah mengalami musibah.