Untuk menyimpan program berukuran besar, pengguna harus menyiapkan tumpukan kartu dalam jumlah sangat banyak. Data yang sudah dilubangi juga tidak dapat dengan mudah dihapus atau ditulis ulang.
Magnetic Tape Membawa Penyimpanan ke Era Magnetik
Keterbatasan punch card mendorong pengembangan media penyimpanan magnetik. Salah satu teknologi penting pada tahap ini adalah magnetic tape.
Pita magnetik menggunakan bahan yang dapat menyimpan perubahan orientasi medan magnet. Kondisi magnet tersebut kemudian digunakan untuk merepresentasikan data digital.
Keunggulan magnetic tape adalah data dapat ditulis dan dihapus berulang kali. Namun, metode pembacaannya bersifat sekuensial.
Artinya, ketika ingin mengakses data yang berada di bagian tengah pita, mesin harus melewati data sebelumnya terlebih dahulu. Konsep ini membuat pencarian informasi tertentu membutuhkan waktu lebih lama.
Magnetic Core Memory Melahirkan Konsep Random Access
Kebutuhan terhadap akses data yang lebih cepat kemudian mendorong perkembangan magnetic core memory.
Teknologi ini menggunakan cincin magnetik kecil yang disusun dalam jaringan kawat. Data dapat diakses berdasarkan koordinat tertentu sehingga komputer tidak perlu membaca informasi secara berurutan dari awal.
Konsep tersebut menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan Random Access Memory (RAM) modern.
Teknologi magnetic core memory bahkan digunakan dalam berbagai sistem komputer pada era awal eksplorasi luar angkasa, termasuk komputer panduan Apollo.
IBM RAMAC, 5 MB dengan Ukuran Raksasa
Salah satu tonggak penting dalam sejarah penyimpanan data terjadi pada 1956 ketika IBM memperkenalkan IBM 305 RAMAC.
Perangkat tersebut memiliki bobot lebih dari satu ton dan menggunakan 50 piringan magnetik berdiameter sekitar 60 sentimeter. Piringan tersebut berputar dengan kecepatan sekitar 1.200 RPM.
Meski berukuran sangat besar, kapasitas penyimpanannya hanya sekitar 5 MB.