Polisi Temukan 8 Tanaman Ganja di Belukar Tebapering Sukau, Penanam Diburu

Polisi Temukan Delapan Tanaman Ganja di Tengah Belukar Tebapering Raya Sukau, Lampung Barat, Penanam Berinisial S Masih Diburu
Edi Prasetya - Senin, 28 Sep 2026 - 19:54 WIB
Kasat Res Narkoba Polres Lampung Barat AKP Andy Ruswandy, S.H., M.H. memimpin langsung pengungkapan temuan tanaman ganja di lahan belukar wilayah Pekon Tebapering Raya Kecamatan Sukau.
Kasat Res Narkoba Polres Lampung Barat AKP Andy Ruswandy, S.H., M.H. memimpin langsung pengungkapan temuan tanaman ganja di lahan belukar wilayah Pekon Tebapering Raya Kecamatan Sukau. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lampung Barat menemukan delapan tanaman ganja yang masih hidup di lahan belukar milik Hi. Anwar di Pekon Tebapering Raya, Kecamatan Sukau, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain delapan tanaman ganja yang masih hidup, petugas juga menemukan sejumlah tanaman ganja yang telah mengering dan berada di dalam polybag.

Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Andy Ruswandy, S.H., M.H., membenarkan temuan tersebut.

"Benar, kami menemukan tanaman ganja di lahan belukar wilayah Pekon Teba Pring Jaya, Kecamatan Sukau. Untuk tanaman yang masih hidup ada delapan pohon," ujar AKP Andy.

Advertisements

Andy menjelaskan, penemuan tanaman ganja tersebut bermula dari penangkapan seorang tersangka yang membeli narkotika dari pria berinisial S. Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut hingga memperoleh informasi mengenai adanya tanaman ganja yang diduga dimiliki atau ditanam S.

"Lokasi penemuan berada di tengah lahan yang dipenuhi semak belukar dengan ketinggian mencapai sekitar dua meter. Kondisi tersebut membuat tanaman ganja sulit terlihat dari bagian luar," jelasnya.

Lokasi tanaman ganja tersebut berada di sekitar perkebunan kopi dan merupakan lahan yang sudah lama tidak dikelola pemiliknya. Berdasarkan keterangan pemilik lahan, area tersebut sebelumnya digunakan untuk menanam sayuran.


Advertisements

"Dari keterangan pemilik lahan, sebelumnya digunakan untuk menanam sayuran, tetapi sudah sekitar lima tahun tidak diurus karena sering diserang hama babi," kata AKP Andy.

Selain delapan tanaman yang masih hidup, petugas menemukan tanaman ganja yang telah mengering di dalam polybag. Tanaman tersebut diduga mati akibat kondisi kemarau.

"Yang hidup itu ada delapan pohon. Kalau yang kering sudah di polybag, sudah mati, mungkin karena kemarau," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan keberadaan serta keterlibatan S dalam aktivitas penanaman ganja tersebut. Saat petugas melakukan pengecekan terhadap sebuah gubuk di sekitar lokasi, S tidak ditemukan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements