MicroSD memiliki ukuran fisik sekitar 15 x 11 milimeter. Meski sangat kecil, kartu jenis ini kini telah berkembang hingga kapasitas 2 TB pada produk tertentu.
Perubahan tersebut memperlihatkan betapa jauh teknologi penyimpanan berkembang dibandingkan era IBM RAMAC.
Jika dahulu kapasitas 5 MB membutuhkan perangkat seberat lebih dari satu ton, kini kapasitas ratusan ribu kali lebih besar dapat ditempatkan pada media yang ukurannya hanya beberapa sentimeter.
DNA Data Storage, Masa Depan Penyimpanan?
Perkembangan penyimpanan data belum berhenti pada SSD dan flash memory.
Para peneliti kini mengeksplorasi DNA Data Storage, yaitu teknologi yang memanfaatkan molekul DNA untuk menyimpan informasi digital.
Secara teoritis, DNA memiliki kepadatan penyimpanan yang sangat tinggi. Salah satu perkiraan yang sering dikutip menyebutkan bahwa 1 gram DNA secara teori dapat menyimpan data dalam skala ratusan Petabyte, meski angka aktual sangat bergantung pada metode pengkodean dan teknologi yang digunakan.
DNA juga memiliki empat basa utama, yaitu Adenin (A), Sitosin (C), Guanin (G), dan Timin (T). Kombinasi basa tersebut dapat digunakan untuk merepresentasikan informasi digital.
Keunggulan utama teknologi ini adalah kepadatan dan potensi ketahanannya dalam kondisi penyimpanan yang tepat.
Namun, DNA Data Storage masih menghadapi sejumlah tantangan. Proses sintesis untuk menulis data dan sequencing untuk membacanya masih relatif mahal, kompleks, dan belum secepat teknologi penyimpanan elektronik yang digunakan sehari-hari.
Dari Lemari ke Ujung Jari
Perjalanan teknologi penyimpanan data menunjukkan perubahan yang luar biasa.
Dari kartu kertas berlubang, pita magnetik, magnetic core memory, IBM RAMAC, floppy disk, CD, DVD, HDD, hingga SSD dan MicroSD, kapasitas penyimpanan terus meningkat sementara ukuran perangkat semakin mengecil.