TEKNOLOGI – Pasar tablet entry-level Indonesia kembali diramaikan Xiaomi Redmi Pad 2 varian 9,7 inci 4G LTE yang dibanderol sekitar Rp3 jutaan. Tablet ini menawarkan layar beresolusi 2K, dukungan Widevine L1, speaker stereo, serta konektivitas seluler yang menarik untuk kebutuhan multimedia.
Namun, hasil pengujian penggunaan harian menunjukkan adanya kompromi pada sektor performa. Navigasi antarmuka masih terasa tersendat dan beberapa aplikasi dilaporkan mengalami crash atau force close.
Kondisi tersebut membuat Redmi Pad 2 menjadi perangkat yang cukup dilematis. Di satu sisi, tablet ini memiliki sejumlah fitur yang menarik untuk hiburan. Di sisi lain, performanya belum sepenuhnya mampu memenuhi ekspektasi tablet modern di kelas harganya.
Performa dan Storage Menjadi Catatan Utama
Salah satu persoalan yang paling terasa terdapat pada kombinasi dapur pacu, RAM, dan penyimpanan internal.
Redmi Pad 2 yang diuji menggunakan RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB berjenis UFS. Secara teori, teknologi UFS seharusnya memberikan kecepatan baca dan tulis yang lebih baik dibandingkan penyimpanan dengan teknologi yang lebih lambat.
Namun, dalam pengujian, kecepatan storage tersebut disebut terasa lebih rendah dibandingkan standar UFS pada sejumlah kompetitor. Dampaknya cukup terasa ketika tablet digunakan untuk menjalankan aplikasi dan melakukan aktivitas yang membutuhkan akses data secara intensif.
Kondisi tersebut membuat pengalaman penggunaan terasa kurang responsif, terutama ketika perangkat harus menangani beberapa proses sekaligus.
HyperOS Masih Belum Optimal
Masalah performa tidak hanya berasal dari spesifikasi hardware. Optimasi HyperOS pada Redmi Pad 2 juga menjadi salah satu sorotan utama.
Pada penggunaan awal, antarmuka dilaporkan beberapa kali mengalami patah-patah. Sejumlah aplikasi bahkan sempat mengalami crash dan force close ketika baru dibuka.
Kestabilan perangkat memang sedikit membaik setelah dilakukan restart beberapa kali. Namun, pengalaman tersebut tetap menunjukkan bahwa optimasi perangkat lunak masih membutuhkan perhatian.
Menariknya, skor benchmark sintetis Redmi Pad 2 sebenarnya cukup menjanjikan. Akan tetapi, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan pengalaman penggunaan sehari-hari.
Saat digunakan bermain game kasual, frame rate masih tergolong memadai. Masalahnya, gejala lag dan stuttering tetap muncul sehingga pengalaman bermain tidak selalu terasa mulus.