Daya tarik utamanya berada di sektor kamera. Huawei menggunakan sistem kamera dengan filter warna RYYB yang pada masanya menjadi salah satu teknologi unggulan untuk menghasilkan foto dengan pencahayaan dan dynamic range yang baik.
Saat pertama kali dipasarkan di Indonesia, Huawei P30 Pro berada di kelas harga sekitar Rp13 juta. Kini, harga unit bekasnya disebut berada di kisaran Rp3 jutaan, tergantung kondisi dan kelengkapan.
4. Xiaomi 12
Bagi pengguna yang mencari HP flagship berukuran compact, Xiaomi 12 menjadi salah satu pilihan menarik.
Perangkat ini mempunyai layar AMOLED 6,28 inci dengan refresh rate 120 Hz dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus. Bobot sekitar 179 gram membuatnya relatif nyaman digunakan dengan satu tangan.
Di balik bodinya yang ringkas, Xiaomi 12 membawa chipset Snapdragon 8 Gen 1. Performa tersebut masih cukup kuat untuk berbagai aktivitas harian dan kebutuhan gaming.
Baterainya berkapasitas 4.500 mAh dan didukung pengisian cepat 67W. Tidak hanya itu, Xiaomi juga membekali perangkat ini dengan teknologi wireless charging 50W.
Sektor kamera menggunakan sensor utama Sony IMX766 50 MP yang telah dilengkapi OIS. Kemampuan perekaman videonya juga menjadi salah satu nilai tambah karena mampu menghasilkan video hingga resolusi 8K.
Harga Xiaomi 12 ketika pertama kali dirilis berada di kisaran Rp10 juta. Pada Agustus 2026, harga unit bekasnya disebut telah turun menjadi sekitar Rp3,4 juta hingga Rp3,5 juta.
3. Oppo Find X3 Pro
Oppo Find X3 Pro berada di posisi ketiga berkat kombinasi desain premium, layar berkualitas tinggi, performa, serta kamera yang unik.
Smartphone ini memiliki sertifikasi IP68 sehingga menawarkan perlindungan terhadap debu dan air. Desain belakang dengan lekukan khas juga membuatnya terlihat seperti perangkat flagship kelas atas.
Layarnya menggunakan panel LTPO AMOLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi Quad HD+ dan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Spesifikasi tersebut masih menarik untuk kebutuhan multimedia maupun gaming.
Performa Oppo Find X3 Pro ditopang Snapdragon 888 berfabrikasi 5 nanometer. Chipset tersebut masih mampu menjalankan berbagai aktivitas berat, meski pengguna perlu mempertimbangkan usia perangkat dan kondisi baterai saat membeli unit bekas.