LAMPUNG UTARA – Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara diduga dilakukan dengan membongkar bagian bangunan lama yang dinilai petani masih layak. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pengairan puluhan hektare sawah dan berpotensi mengganggu hasil panen petani.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang petani, Asep. Menurutnya, bagian paving lama yang masih dalam kondisi layak justru dibongkar dalam proses rehabilitasi.
Asep menilai pembongkaran tersebut membuat pengerjaan proyek menjadi lebih lama. Menurutnya, bagian dinding paving lama sebenarnya tidak perlu dihancurkan dan seharusnya perbaikan difokuskan pada lantai di bawahnya.
"Seharusnya bagian dinding pada paving lama tidak harus dihancurkan. Justru seharusnya diperbaiki lantai di bawah, sebab lantai bawah telah mengalami retak dan hancur serta pintu penahan air telah rusak dan berkarat," ujar Asep.
Ia menegaskan, rehabilitasi jaringan irigasi memiliki peran penting terhadap keberlangsungan sektor pertanian. Karena itu, pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sebelum musim hujan maupun musim tanam berikutnya.
"Rehabilitasi irigasi seperti ini sangat vital bagi produktivitas pertanian. Jika tidak benar sebelum musim hujan tiba, maka dampaknya tidak hanya sebatas pada kerugian material, tapi merugikan petani," katanya.
Asep juga menduga pengerjaan proyek terkesan asal bongkar dan berlangsung terlalu lama. Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan petani, terlebih saat ini sebagian wilayah masih menghadapi kondisi kemarau.
"Kami menduga pengerjaan proyek tersebut terkesan asal bongkar dan sengaja mengulur-ulur waktu. Kalau seperti ini kan sama saja merugikan petani, apalagi saat ini musim kemarau," ucap Asep.
Ia berharap pihak balai maupun dinas terkait dapat kembali meninjau pelaksanaan rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem agar pengerjaan tidak mengganggu kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Sementara itu, secara terpisah, Olivia selaku humas pekerja di lokasi, ketika dikonfirmasi terkait kegiatan rehabilitasi irigasi, melarang wartawan mengambil foto maupun video di area pekerjaan.
"Jangan foto-foto ya atau video, ini uang untuk rokok," ujar Olivia kepada wartawan sambil meninggalkan lokasi pencetakan paving.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersebut dikerjakan PT Jaya Etika Teknik. Konsultan supervisi proyek tercatat PT Multimera Harapan KSO bersama PT Glo Betek Glory.