PESISIR BARAT – Jembatan gantung yang menjadi akses penghubung Pekon Kota Batu dan Pekon Negeri Ratu Ngaras, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mulai dibenahi. Jembatan sepanjang sekitar 70 meter yang mengalami kerusakan sejak 2025 tersebut mendapat perhatian jajaran Polres Pesbar dan Polsek Ngaras yang bersama masyarakat melakukan renovasi secara gotong royong, Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas yang selama ini digunakan masyarakat dari kedua pekon. Kerusakan pada bagian lantai jembatan yang lapuk serta sejumlah besi rangka yang patah membuat warga harus lebih berhati-hati saat melintas.
Padahal, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting untuk menunjang mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sosial dan ekonomi.
Kegiatan renovasi turut dihadiri Kapolres Pesbar AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., anggota DPRD Pesbar dari Fraksi PPP Risman Arif, Sai Batin Marga Ngaras Berdi Saputra, Camat Ngaras Suparami, S.IP., M.M., Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., Kepala Puskesmas Ngaras Nova Yusenta, S.Tr.Keb., Peratin Negeri Ratu Ngaras Ahmad Satibi, S.H., serta Peratin Kota Batu Harten.
Jembatan yang dibangun pada 2014 itu memiliki panjang sekitar 70 meter dan lebar 1,5 meter. Meski bagian lantai dan sejumlah rangka mengalami kerusakan, sling baja yang menjadi salah satu bagian penopang utama jembatan masih dalam kondisi baik.
Karena itu, perbaikan difokuskan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan agar akses tersebut kembali dapat dimanfaatkan masyarakat dengan lebih aman.
Sejak renovasi dimulai, personel Polres Pesbar dan Polsek Ngaras bersama warga Pekon Kota Batu dan Pekon Negeri Ratu Ngaras terlihat bahu-membahu mengerjakan bagian jembatan yang membutuhkan penanganan.
Warga turut terlibat langsung, mulai dari menyiapkan material hingga mengerjakan bagian-bagian jembatan yang mengalami kerusakan.
Kapolres Pesbar AKBP Rinto Haivan Simbolon mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama berkaitan dengan fasilitas yang menjadi kebutuhan bersama.
Menurutnya, kegiatan gotong royong juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya dalam kegiatan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya melihat persoalan yang secara langsung dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan renovasi ini, kami bersama warga berusaha memperbaiki akses yang sangat dibutuhkan untuk menghubungkan Pekon Kota Batu dan Pekon Negeri Ratu Ngaras,” kata Rinto.
Dijelaskannya, keterlibatan masyarakat dalam proses renovasi menjadi bagian penting karena jembatan tersebut merupakan fasilitas yang digunakan dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga kedua pekon.