LAMPUNG UTARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait video viral yang memuat dugaan lambatnya penanganan seorang bocah hingga meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Handayani Kotabumi.
RDP tersebut melibatkan Komisi IV DPRD Lampung Utara, pihak RS Handayani, Dinas Kesehatan, serta jajaran rumah sakit untuk menggali kronologis awal kejadian dan mendapatkan penjelasan mengenai proses penanganan pasien.
Anggota Komisi IV DPRD Lampung Utara, Arnando Ferdiansyah, mengatakan pihak RS Handayani telah menyampaikan penjelasan terkait proses penanganan pasien sejak datang hingga menjalani pemeriksaan.
“Pihak Handayani telah menyampaikan dan menjelaskan bagaimana dari datang, penanganan serta pemeriksaan pasien. Selain itu dari dokumen pendukung seperti rekaman CCTV dan ini menjadi bahan kita,” kata Arnando Ferdiansyah, Rabu (19 Agustus 2026).
Menurut Arnando, pembahasan kasus tersebut tidak berhenti pada RDP pertama. DPRD Lampung Utara berencana mengundang keluarga pasien dalam pertemuan berikutnya agar informasi yang diperoleh tidak hanya berasal dari pihak rumah sakit.
“Rapat dengar pendapat (RDP) tidak sampai di sini saja. Hari Jumat mendatang kita juga akan mencoba mengundang pihak keluarga pasien, sebab kita tidak hanya mendengar dari pihak saja,” ujarnya.
Arnando menjelaskan, pemanggilan keluarga korban bertujuan mendapatkan keterangan secara berimbang sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan yang terjadi.
Ia menegaskan DPRD tidak ingin terburu-buru menentukan pihak yang benar atau salah. Menurutnya, yang lebih penting adalah mencari jalan keluar yang dapat diterima kedua belah pihak.
“Hari Jumat mendatang kita mencoba mengundang keluarga dari korban. Harapan kita ya supaya kedua pihak sama-sama mencari jalan keluar dalam kasus tersebut secara kekeluargaan,” kata Arnando.
Sebelumnya, video yang menggambarkan situasi di ruang UGD RS Handayani Kotabumi beredar luas di sejumlah akun media sosial.
Video berdurasi sekitar 2 menit 18 detik tersebut memperlihatkan seorang pasien yang diketahui bernama Ananda, berusia empat tahun dan merupakan warga Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara, terbaring di atas tempat tidur ruang UGD dalam kondisi tidak bernyawa.
Dalam video tersebut, sejumlah anggota keluarga tampak histeris. Seorang laki-laki juga menyampaikan protes terkait dugaan kurangnya penanganan medis terhadap pasien.