BANDAR LAMPUNG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung terus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Tak hanya menangani kebakaran, instansi tersebut juga aktif menangani berbagai kondisi darurat non-kebakaran di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Antoni Irawan, menegaskan kesiapsiagaan personel dan pemberdayaan masyarakat menjadi pilar penting dalam meminimalkan risiko bencana di Kota Tapis Berseri.
"Kami terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana kebakaran maupun non-kebakaran. Upaya ini direalisasikan melalui edukasi publik, pemeriksaan sarana proteksi, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Antoni Irawan, Rabu 19 Agustus 2026.
Antoni menjelaskan, strategi Damkarmat Bandar Lampung bertumpu pada empat pilar utama. Pilar pertama berupa edukasi dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) publik, yang mencakup penyuluhan di sekolah, pelatihan K3 korporat, simulasi evakuasi mandiri, serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pilar kedua adalah inspeksi sistem proteksi gedung.
Kegiatan ini meliputi audit APAR, pengujian jaringan hidran kota, serta pemeriksaan sistem alarm dan sprinkler pada bangunan bertingkat.
Pilar ketiga berupa pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) di tingkat kelurahan dan kecamatan. Edukasi pencegahan korsleting listrik hingga sosialisasi keamanan dapur juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
"Pilar keempat adalah Sinergi dan Layanan Tanggap Darurat. Kami mengintegrasikan layanan pengaduan melalui Call Center 112, berkolaborasi dengan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri, serta sigap merespons penanganan darurat non-kebakaran," jelasnya.
Kerja tersebut tercermin dari tingginya jumlah penanganan evakuasi non-kebakaran di Bandar Lampung. Sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus 2026, Damkarmat tercatat telah merespons 712 tindakan evakuasi.
Berdasarkan data Bidang Penyelamatan Damkarmat Bandar Lampung, pada periode Januari hingga Juli 2026 tercatat 664 tindakan evakuasi. Rinciannya, Januari sebanyak 92 evakuasi, Februari 86, Maret 102, April 120, Mei 91, Juni 97, dan Juli 76 evakuasi.
Sementara itu, pada 1-15 Agustus 2026, petugas menangani 48 tindakan evakuasi non-kebakaran. Kasus yang ditangani meliputi 13 penanganan tawon atau lebah, 11 pelepasan cincin atau anting terjepit, tujuh evakuasi ular, enam penyelamatan kucing yang masuk sumur, empat pelepasan gembok cakram motor terkunci, tiga pembukaan mobil atau pintu rumah terkunci, tiga evakuasi biawak, serta satu pelepasan tali tiang bendera yang terlilit.
Kesiapsiagaan personel Damkarmat juga terlihat dalam dua aksi penyelamatan terbaru yang dilakukan Regu Rescue C di wilayah Teluk Betung.
Pada Minggu malam 16 Agustus 2026, tim rescue dikerahkan ke Jalan Anggun Cik Tunggal, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Utara. Petugas menindaklanjuti laporan Fika (18), seorang pelajar yang terjebak di luar rumah karena pintu utama terkunci, sementara kunci cadangan berada di dalam rumah.