Dalam pengujian yang ditampilkan, model DeepSeek 8B dapat berjalan dengan kecepatan sekitar 100 token per detik. Sementara model DeepSeek 32B masih mampu mencapai sekitar 18 token per detik.
Pada pembuatan gambar menggunakan aplikasi Amuse, proses generate disebut dapat berlangsung kurang dari satu detik per gambar.
Kemampuan rendering juga menunjukkan hasil impresif. Dalam pengujian Blender menggunakan scene Barber Shop dan mode OptiX, proses rendering tercatat sekitar 1 menit 3 detik.
Sementara itu, rendering video 4K berdurasi 10 menit menggunakan Adobe Premiere Pro dapat diselesaikan sekitar 3 menit dalam pengujian tersebut.
Gaming 4K dengan Frame Rate Tinggi
ROG Strix SCAR 18 juga diuji menggunakan sejumlah game AAA pada resolusi 4K dengan pengaturan grafis tinggi.
Beberapa hasil yang ditampilkan antara lain:
- Doom: The Dark: sekitar 140 FPS dengan Multi Frame Generation dan Path Tracing.
- Cyberpunk 2077: sekitar 145 FPS dengan Path Tracing.
- Monster Hunter Wilds: sekitar 173 FPS dengan Ray Tracing.
- Hogwarts Legacy: sekitar 166 FPS dengan Ray Tracing Ultra.
- Black Myth: Wukong: sekitar 170 FPS dengan Ray Tracing Very High.
- Forza Horizon 6: sekitar 160 FPS dengan DLSS 4 Multi Frame Generation.
Untuk game kompetitif, performanya bahkan lebih tinggi. Pengujian yang ditampilkan mencatat sekitar 178 FPS di Dota 2, 230 FPS di CS2, dan hingga 514 FPS di Valorant pada resolusi 4K.
Angka tersebut menunjukkan bahwa laptop ini memiliki ruang performa sangat besar untuk gaming beresolusi tinggi.
Pendingin Vapor Chamber dan Tri-Fan
Performa tinggi membutuhkan sistem pendinginan yang juga mumpuni. ASUS membekali ROG Strix SCAR 18 dengan kombinasi Vapor Chamber, Sandwich Heatsink, dan Tri-Fan.
CPU menggunakan liquid metal Thermal Grizzly Conductonaut Extreme untuk membantu meningkatkan transfer panas.
Dalam stress test yang ditampilkan, konsumsi daya CPU dapat mencapai sekitar 205 Watt, sementara temperatur CPU berada di kisaran 80 derajat Celsius.