GPU juga tercatat berada di sekitar 63 derajat Celsius ketika bekerja pada TGP 175 Watt. Temperatur permukaan bodi tertinggi disebut tidak melewati 40 derajat Celsius.
Hasil tersebut menunjukkan bagaimana desain bodi besar dimanfaatkan untuk menjaga komponen tetap bekerja dalam temperatur yang terkendali.
Webcam, Audio, dan Layanan Purna Jual
Untuk kebutuhan komunikasi, ROG Strix SCAR 18 dibekali webcam 1080p dengan sensor infrared yang mendukung Windows Hello.
Laptop ini juga mendukung fitur Windows Studio Effects seperti:
- Auto framing.
- Eye contact.
- Background blur.
Sistem audionya menggunakan empat speaker dengan tuning Dolby Atmos. Pengguna juga dapat mengatur profil performa, makro keyboard, serta pencahayaan melalui aplikasi Armoury Crate.
ASUS turut menawarkan layanan purna jual berupa garansi internasional dua tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama dua tahun. Dalam ulasan tersebut, layanan VIP disebut mencakup biaya kerusakan tertentu akibat kelalaian pengguna sesuai ketentuan garansi.
Selain itu, tersedia ASUS Premium Service yang mencakup perawatan, pengiriman, dan antrean prioritas sesuai layanan yang berlaku.
Kesimpulan
ROG Strix SCAR 18 merupakan laptop yang mengutamakan performa tanpa kompromi. Kombinasi Intel Core Ultra 9, RTX 5090 24GB, RAM hingga 128GB, SSD PCIe Gen5, serta layar 4K Mini LED membuatnya cocok untuk kebutuhan yang jauh melampaui gaming biasa.
Gamer hardcore mendapatkan kemampuan menjalankan game AAA pada resolusi 4K dengan frame rate tinggi. Kreator profesional juga memperoleh perangkat dengan kemampuan rendering dan pengolahan video yang kuat.
Di sisi lain, peneliti atau pengembang AI dapat memanfaatkan VRAM 24GB dan performa RTX 5090 untuk menjalankan berbagai workload AI lokal.
Konsekuensinya jelas: perangkat ini besar, berat, dan membutuhkan daya tinggi. Jadi, ROG Strix SCAR 18 bukan laptop untuk semua orang.