Beragam produk lokal NTB disiapkan untuk masuk dalam ekosistem official merchandise MotoGP Mandalika.
Produk tersebut tidak hanya berupa barang umum, tetapi juga mengangkat identitas dan kearifan lokal NTB.
Sejumlah produk yang disiapkan antara lain berasal dari sektor kriya, sapuq atau ikat kepala khas Sasak, pakaian polo, serta berbagai produk kreatif lainnya.
Sedikitnya terdapat enam hingga tujuh jenis produk yang melibatkan sejumlah UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Yeyen mengatakan keterlibatan produk lokal dalam ajang MotoGP menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan identitas budaya NTB kepada pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Meski peluang pasar semakin terbuka, Yeyen mengakui terdapat tantangan yang harus dihadapi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, terutama dalam menjaga kualitas produk.
Menurutnya, official merchandise MotoGP harus melalui proses kurasi dan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pihak terkait, termasuk Dorna.
“Ini bukan hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga pasar internasional. Karena itu kualitas produk lokal harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan dalam event MotoGP dapat menjadi momentum bagi pelaku ekonomi kreatif NTB untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbaiki kualitas dan daya saing produk.
Produk yang sebelumnya hanya dikenal di pasar lokal kini memiliki kesempatan untuk diperkenalkan kepada konsumen dari berbagai daerah bahkan negara.
Keterlibatan Gekrafs NTB dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika juga mendapat apresiasi dari Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola.
Menurut Ananda, keterlibatan pelaku ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari upaya menjadikan MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional, tetapi juga penggerak ekonomi bagi masyarakat.