LAMPUNG BARAT – Operasi pasar murah minyak goreng Minyakita yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama Perum BULOG disambut antusias masyarakat. Selama enam hari pelaksanaan, sebanyak 6.000 liter minyak goreng habis terjual di sejumlah titik operasi pasar.
Ratusan warga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan Minyakita dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran. Antrean panjang terlihat di hampir seluruh lokasi operasi pasar, mulai dari Pasar Liwa hingga sejumlah titik lainnya.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Lampung Barat, Seno Susanto, mendampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Syafaruddin, mengatakan operasi pasar terakhir digelar di Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Jumat (22/5/2026).
“Untuk hari terakhir di Pasar Liwa kami menyiapkan sekitar 600 liter atau 50 dus Minyakita,” ujar Seno.
Ia menjelaskan, operasi pasar dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 12-13 Mei dan kembali dilanjutkan pada 18-22 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Menurut Seno, total minyak goreng yang disiapkan selama operasi pasar mencapai 500 dus atau setara 6.000 liter. Distribusi dilakukan di beberapa titik, di antaranya Pasar Liwa, Pasar Seblat Kecamatan Sukau, Pasar Sukarami, hingga Pekon Canggu.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Hampir di setiap lokasi warga memadati area operasi pasar untuk membeli Minyakita,” katanya.
Dalam operasi pasar tersebut, Minyakita dijual dengan harga Rp15.500 per liter. Harga itu dinilai jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang belakangan mengalami kenaikan.
Untuk menjaga pemerataan distribusi, pemerintah membatasi pembelian maksimal dua liter per orang. Kebijakan tersebut diterapkan agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat operasi pasar murah, terutama kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
“Pembatasan pembelian ini dilakukan supaya distribusinya merata dan tidak ada penumpukan pembelian oleh satu pihak saja,” jelasnya.
Ia menambahkan, operasi pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Pemerintah daerah juga ingin memastikan masyarakat tetap memperoleh minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau.
“Harapannya kegiatan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah harga kebutuhan pokok yang masih fluktuatif,” ungkapnya.