Menurut Parosil, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Direktur UT Lampung Sri Ismulyaty mengapresiasi komitmen Pemkab Lampung Barat dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan tinggi bagi masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain di Provinsi Lampung. Kerja sama ini harus terus diperkuat karena pendidikan adalah investasi panjang, tidak hanya untuk individu tapi juga untuk pembangunan daerah," ujarnya.
Sri menyebut Lampung Barat menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Lampung yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa UT.
Kepala SALUT Aaf Way Tenong Yeni Apriani, S.Sos., M.M., mengatakan 60 penerima beasiswa tersebut terbagi rata, yakni 30 mahasiswa PGSD dan 30 mahasiswa Kewirausahaan.
"Ini suatu kebanggaan bagi keluarga besar SALUT. Program Satu Keluarga Satu Sarjana dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat adalah bukti nyata dukungan kepala daerah terhadap peningkatan SDM," kata Yeni.
Ia berpesan kepada para mahasiswa, khususnya penerima beasiswa, agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
"Gunakan dan manfaatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Jadikan hari ini sebagai awal. Buktikan bahwa dari keluarga yang tidak mampu, ada secercah harapan untuk menjadi sarjana ke depan," pesannya.
Advertisements
Yeni menambahkan, sistem perkuliahan di UT menuntut mahasiswa memiliki kemandirian dan kedisiplinan yang tinggi. Melalui PKBJJ, mahasiswa baru dibekali pemahaman mengenai sistem perkuliahan UT sekaligus strategi belajar mandiri berbasis teknologi.
Ia berharap para mahasiswa dapat mengikuti proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh hingga menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.